Pemprovsu Menindaklanjuti Hasil PPG USAID PRIORITAS

oleh -7 views
Pemprovsu. Kepala Bagian Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Biro Binkemsos Setdaprovsu Dra. Rosmawati Nadeak, M.Pd mendukung implementasi PPG di Provinsi Sumatera Utara. USAID PRIROROTAS menggelar Workshop PPG di Ballroom Hotel Aryaduta, Medan (Kamis, 2/10) untuk menjamin mutu pendidikan.(prioritaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
Pemprovsu. Kepala Bagian Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Biro Binkemsos Setdaprovsu Dra. Rosmawati Nadeak, M.Pd mendukung implementasi PPG di Provinsi Sumatera Utara. USAID PRIROROTAS menggelar Workshop PPG di Ballroom Hotel Aryaduta, Medan (Kamis, 2/10) untuk menjamin mutu pendidikan.(prioritaspendidikan.org)
Pemprovsu. Kepala Bagian Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Biro Binkemsos Setdaprovsu Dra. Rosmawati Nadeak, M.Pd mendukung implementasi PPG di Provinsi Sumatera Utara. USAID PRIROROTAS menggelar Workshop PPG di Ballroom Hotel Aryaduta, Medan (Kamis, 2/10) untuk menjamin mutu pendidikan.(prioritaspendidikan.org)

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menindaklanjuti hasil program penataan dan pemerataan guru (PPG) yang dilakukan USAID PRIORITAS. Pemprovsu berencana membentuk tim khusus PPG. Dewan Pendidikan Provinsi diharapkan memimpin pembentukan tim PPG ini. “Saya akan rekomendasikan kepada Gubernur Sumatera Utara agar program ini segera dikerjakan,” terang Kepala Bagian Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Biro Binkemsos Setdaprovsu Dra. Rosmawati Nadeak, M.Pd dalam acara Workshop PPG USAID PRIORITAS di Ballroom Hotel Aryaduta, Medan (Kamis, 2/10).

Rosmawati Nadeak mengatakan implementasi PPG ini diperlukan untuk mendukung keberhasilan program kerja Gubernur Sumatera Utara (Gubsu).  Salah satu visi Gubsu adalah menjadikan sumberdaya di Sumut memiliki daya saing baik di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional. “Peningkatkan daya saing harus dimulai dengan menyediakan layanan pendidikan bermutu. Untuk menyediakan itu dibutuhkan dukungan guru yang bermutu pula,” terangnya lebih lanjut.

Kepala Bidang Sosial Budaya Badan Penelitian dan Pengembangan Pemprovsu Dwi Purwanti, M.Pd mengatakan guru profesional harus segera didistribusikan ke sekolah dan wilayah yang kekurangan guru di Sumatera Utara. Pendistribuan ini mendesak dilakukan. “Dari hasil kajian, kami menemukan konsentrasi guru PNS masih menumpuk di perkotaan. Sehinga  terjadi kesenjangan baik dari segi jumlah maupun mutu gurunya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dwi Purwanti mencontohkan di tingkat sekolah dasar (SD). Banyak sekolah kekurangan guru sehingga harus merekut 31.361 guru honor agar proses pembelajaran bisa berlangsung. Padahal 84 persen guru SD adalah pegawai negeri sipil. Jika guru PNS tersebut didistribusikan, maka hanya 9.937 orang guru honor yang dibutuhkan.” Sehingga ada 21.424 guru honor SD yang berlebih. Untuk membiayai guru honor berlebih itu dibutuhkan lebih dari Rp. 179 milyar setiap tahunnya. Ini adalah inefisiensi,” terangnya lebih lanjut.

Akademisi Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr. Irsan Rangkuti, M.Pd mengatakan, kelebihan jumlah guru berdampak pada tunjangan sertifikasi guru. Banyak guru yang tidak mampu memenuhi tuntutan 24 jam mengajar. “Di Medan saja, sekitar 39 persen guru tingkat SMP terancam tidak mendapatkan tunjangan profesi,” katanya.

Irsan Rangkuti lebih lanjut mengatakan, program penataan dan pemerataan ini merupakan program berkelanjutan. Dibutuhkan keseriusan pemerintah kabupaten/kota untuk menjalankan program ini. “Presiden mendatang diharapkan meneruskan implementasi PPG ini. Apalagi salah satu visi-misi pemerintah baru nanti adalah melakukan penataan dan pemerataan guru,” ungkapnya.

Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumut Agus Marwan mengatakan pihaknya bersedia membantu untuk melaksanakan PPG. USAID PRIORITAS akan menyediakan tenaga ahli guna membantu  kabupaten/kota menganalisis data dan merancang alternatif kebijakan yang dapat dilakukan untuk mendistribusikan guru. “Dukungan ini kami berikan, agar kabupaten/kota dapat menyediakan pendidikan yang bermutu. Jika guru-guru terbaik kita bisa mengajar di sekolah-sekolah yang membutuhkan maka mutu pendidikan akan meningkat,” terangnya.(prioritaspendidikan.org)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.