Pemkot Cimahi Tularkan Minat Baca Melalui Ratusan Guru SD

oleh -5 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

SEBANYAK 260 guru sekolah dasar se Kota Cimahi mengikuti workshop tentang program ‘Cimahi Reading Habit’ di aula Gedung A, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Kamis (22/5). Mereka mendapat paparan tentang program tersebut dari Kepala Kantor Arsip Perpustakaan dan Pengelolaan Data Elektronik (KAPPDE), drg Chanifah Listyarini MHM, dan Mia Damayanti SPd sebagai Project Leader Melek Literasi Jawa Barat.

Pada kesempatan itu Kepala KAPPDE yang akrab diapa Rini mengatakan bahwa Program Cimahi Reading Habit (CRH) yang digulirkan Pemkot Cimahi di sekolah-sekolah ditujukan untuk meningkatkan kegemaran membaca di kalangan generasi muda.

“Mewujudkan anak yang mempunyai kegemaran membaca, dapat ditumbuhkan di sekolah dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya perpustakaan yang ada di perpustakaan sekolah, termasuk potensi guru sebagai pembimbing belajar siswa, serta harus dilakukan sedini mungkin secara serentak dan terpadu,” katanya.

Menurut teori perilaku, dikatakan Rini, idealnya dibutuhkan 4 sampai 5 tahun untuk merubah suatu perilaku. Keberhasilan gerakan membaca akan dapat dicapai secara nasional, dengan melibatkan peran serta semua komponen bangsa baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Untuk itu, diperlukan suatu program yang bermanfaat dan berkesinambungan di sekolah-sekolah Jawa Barat khususnya Kota Cimahi. Program Cimahi Reading Habit ini pun menjadi dasar untuk mewujudkan program Cimahi Leadership reading Challen (CLRC),” tambahnya.

Sementara itu, Mia Damayanti, SPd Project Leader Melek Literasi Jawa Barat, mengatakan bahwa program Leader’s Reading Challenge (LRC) merupakan hasil adopsi dan adaptasi dari Premier’s Reading Challenge Australia, sebuah program yang ditujukan untuk mengangkat kebiasaan dan keterampilan membaca pada setiap individu. Setiap anak ditantang untuk membaca buku sebanyak-banyaknya, dan akan diberi penghargaan berupa piagam sertifikat, medali bahkan hadiah uang.

“Melalui program ini diharapkan dapat membangun kemampuan literasi (Baca-Dengar-Bicara-Tulis) yang tinggi di kalangan pelajar, serta meningkatkan keterampilan berdiskusi secara positif di komunitas sekolah, keluarga dan masyarakat,” katanya.(jabar.tribunnews.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.