Pemkab Purwakarta Wajibkan Setiap Sekolah Tanam Padi

Friday 10 January 2020 , 9:59 AM

WAKIL Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dedi Mulyadi menjelaskan cara menanam padi di ember kepada para murid Sekolah Dasar Negeri 8 Ciseureuh Kabupaten Purwakarta, Rabu, 8 Januari 2020. Gerakan menanam padi yang diinisiasinya itu akan dilakukan di seluruh SD-SMP di Purwakarta.(pikiran-rakyat.com)

PEMERINTAH  Kabupaten Purwakarta meminta seluruh Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Negeri menanam padi di sekolahnya masing-masing. Salah satu tujuannya adalah untuk mengenalkan dan menarik minat siswa pada bidang pertanian.

“Gerakan ini diwajibkan pada setiap sekolah untuk memperkenalkan padi pada anak-anak. Setiap hari mereka memakan nasi jangan sampai tidak kenal sama tanaman padi ,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, Rabu 8 Januari 2020.

Sebelumnya, Disdik bersama Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta telah melakukan pelatihan para kepala sekolah. Mereka diberikan informasi tentang cara menanam padi menggunakan pot dan sejenisnya.

“Setiap kepala sekolah juga sudah dikasih benihnya setelah pelatihan dan itu nanti akan jadi gerakan di setiap sekolah,” kata Purwanto menambahkan. Benih tersebut merupakan bantuan dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Pada pelaksanaannya, setiap kelas di lebih dari 600 sekolah SD-SMP akan mengelola minimal 20 pot padi. Para siswa di kelas tersebut diminta bekerja sama menjaga dan mengembangkannya hingga menghasilkan beras.

Pelaksanaan gerakan tersebut juga mendapatkan pengawasan dari dinas terkait melalui petugas pengawas sekolah. “Kita punya pengawas sekolah. Jadi kalau ada yang tidak melaksanakannya kami panggil kepala sekolahnya,” kata Purwanto.

engevaluasi pihak sekolah yang tidak melaksanakannya. Namun, Purwanto tidak menyebutkan lebih lanjut sanksi bagi pihak sekolah yang melanggar tersebut.

Sebelum menjadi gerakan yang menyeluruh, pengolahan pertanian sebenarnya telah dipraktikkan di SDN 8 Purwakarta sejak 2003. Dari proses produksi padi di sawah milik sekolah tersebut diperoleh hasil sampai dengan delapan kwintal gabah dalam sekali panen.

Purwanto berharap dalam perkembangannya, para siswa menjadi tertarik mengaplikasikannya di lingkungan rumah masing-masing. “Selain dijadikan media pendidikan, padi yang dikembangkan ini juga kaya nutrisi dan bisa mencegah stunting,” ujarnya.

Menurut Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan, padi tersebut berjenis Inpari IR Nutri Zinc. Varietas padi tersebut merupakan jenis baru yang dikembangkan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi atau BB Padi.

“Kalau di Purwakarta baru demplot-demplot (area percontohan) di beberapa kecamatan seperti Purwakarta dan Darangdan. Mudah-mudahan sudah ada hasilnya tahun ini,” kata Agus. Pengembangan varietas padi itu dinilai cocok di Purwakarta yang masih memiliki penderita stunting cukup banyak.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.