Pemkab Purwakarta Galakan Wajib Belajar 12 Tahun
Sekolah gratis hingga SMA/SMK Negeri

oleh -49 views
Sman 3 Purwakarta
Arrief Ramdhani
Sman 3 Purwakarta
Sman 3 Purwakarta

PROGRAM pendidikan wajib belajar 12 tahun di Purwakarta, membuahkan hasil, dengan tingginya angka lulusan SMP yang melanjutkan ke SMA dan SMK Negeri, tahun 2014. Dari data yang diperoleh,  terdapat 8500 lulusan SMP yang melanjutkan sekolah ke SMA dan SMK Ngeri.

“ Lulusan  SMP yang meneruskan sekolah ke SMA dan SMK mencapai 83 persen. Selebihnya sekolah di luar daerah dan melanjutkan ke sekolah dibawah Kementrian Agama (Aliyah-Red),” ujar Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, seperti diliris Humas Pemkab Purwakarta.

Jumlah lulusan SMP tahun 2014 di Purwakarta tercatat 10.238 siswa, dari 92 SMP Negeri dan 8 SMP Swasta yang tersebar di 17 kecamatan.

Membludaknya lulusan SMP yang melanjutkan ke SMA/SMK itu sebagai respon masyarakat menyusul kebijakan Pemkab Purwakarta, tentang sekolah gratis muali dari SD hingga SMA/SMK. Artinya, Pemerintah menghapuskan  segala pembiayaan sekolah mulai dari biaya pendaftaran, DSP, SPP dan lainya.

Dedi juga mengaku gembira dengan banyaknya ;ulusan SMP yang mejanjutkan sekolah ke SMK Negeri yang baru didirikan. Tahun 2014, tercatat  1323 siswa yang melanjutkasn ke sebelas SMK Negeri baru yang didirikan di 17 kecamatan.

“  Keberhasilan wajib belajar 12 tahun ini, karena kebijakan Pemkab Purwakarta yang membebaskan seluruh biaya sekolah dari mulai SD hingga SMA/SMK, dari mulai pendaftaran, Dana Sumbangan Pendidikan (DSP), biaya rutin bulanan (SPP),” tambah Dedi.

Selain itu tingginya animo masyarakat  melanjutkan sekolah  anak-anak mereka, setelah pemerintah  membuka sekolah terpadu . Sekolah terpadu, SD-SMP telah dilaksanakan di  87 sekolah dan sekolah terpadu SMP-SMA/SMK di 9 sekolah dengan dukungan  sarana/prasarana, ketersediaan guru hingga kurikulum yang lebih mendekatkan pada kearifan daerah.

Lebih jauh Dedi mengatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten purwakarta. Beberapa terobosan telah banyak dilakukan terkait peningkatan kualitas pendidikan. Terobosan dimaksud, diantaranya memasukan kurikulum budi pekerti dalam penilaian kelulusan siswa, memberikan sangsi berupa larangan menerima siswa baru terhadap sekolah-sekolah yang siswanya sering terlibat tawuran.

“ Ini pembinaan bagi seluruh sekolah agar lebih bertanggungjawab dalam menyelenggarakan pendidikan.Termasuk ketegasan kita menertibkan pedagang  di lingkungan sekolah sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan membangun peradaban sekolah dalam melahirkan generasi yang paripurna.”, tutur Dedi.(Siapbelajar Purwakarta)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.