Pemkab Cianjur Targetkan Angka RLS 9.06

oleh -2 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur menargetkan peningkatan angka rata-rata lama sekolah (RLS) di angka 9,06. Target tersebut harus tercapai hingga dalam rentang 2016-2021 mendatang, mengingat RLS di Cianjur masih rendah, yaitu 7,06. Dengan demikian, RLS masyarakat Cianjur mengecap pendidikan hingga kelas 1 sekolah menengah pertama.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Jumati, saat ditemui di kantornya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa 19 Juli 2016. Jumati membenarkan rendahnya bahwa RLS di Cianjur masih rendah. RLS menunjukkan warga Cianjur mayoritas pendidikannya hanya hingga sekolah dasar (SD).

“Pemkab melalui Disdik menargetkan RLS Cianjur bisa mencapai 9,06 pada 2021 nanti. Hal itu disebabkan mayoritas masyarakat berada dalam ekonomi lemah,” ujarnya.

Jumati mengatakan, banyaknya anak putus sekolah serta masyarakat yang tidak berkesempatan sekolah formal jadi faktor utama RLS rendah. Oleh karena itu, Disdik akan bekerjasama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada untuk mengadakan sistem pembelajaran mobile, yaitu melaksanakan program Mobil Pembelajaran Keliling. Program tersebut diharapkan dapat mengentaskan masalah pendidikan, sebab mempermudah akses belajar sekaligus program kejar paket B dan C.

“Saat ini yang menjadi fokus kami agar masyarakat bisa sekolah dan lulus hingga tingkat SMP dan SMA. Karena itu, yang tidak terserap ke sektor formal, akan ada pembelajaran keliling yang bekerjasama dengan PKBM setempat,” tuturnya.

Pembelajaran keliling diharapkan bisa mencakup semua sektor masyarakat yang putus sekolah karena ekonomi lemah. Serta warga yang tak sempat sekolah karena faktor usia.

“Kami menjemput bola. Nanti dipusatkan titik pembelajaran, misalnya di pasar. Jadi anak-anak atau orang tua bisa datang belajar. Target utamanya anak putus sekolah, sebab anak-anak punya kesempatan untuk menuntaskan pendidikan,” ucapnya.

DPRD Kabupaten Cianjur melalui Komisi IV pun meminta agar pemkab melalui Disdik lebih fokus menggenjot pendidikan.

Ketua Komisi IV DPRD Cianjur Sapturo menuturkan, angka RLS jadi salah satu indikator penilaian angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan dan menyebabkan belum memadainya sumber daya manusia (SDM) yang ada.

Menurut Sapturo, ada beberapa faktor yang menyebabkan minimnya angka RLS di Kabupaten Cianjur. Kendalanya mulai dari sisi internal pendidikan, ekonomi lemah, hingga minimnya kesadaran masyarakat.

Mengupas dari sisi internal, kata dia, Disdik Cianjur dinilai belum tegas dalam menentukan kurikulum yang diterapkan. Penggunaan dua kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu kurikulum 2013 dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) membuat rancu. Kualitas tenaga pendidik pun perlu dibenahi, lanjut dia.

“Serta sarana dan prasarana yang belum memadai, di antaranya alat penunjang belajar yang masih konvensional. Kendala tersebut akhirnya berujung pada minimnya pendidikan pelajar di Cianjur,” ucapnya.

Ekonomi lemah dan minimnya kesadaran masyarakat untuk mengecap pendidikan pun turut serta membuat rendahnya angka RLS.(pikiran-rakyat.com)