Pemkab Bekasi Siapkan Beasiswa, Hafal 3 Juz Alquran Boleh Pilih Sekolah Tanpa Zonasi

Wednesday 05 February 2020 , 8:44 AM

Ilustrasi

PEMERINTAH  Kabupaten Bekasi mulai menerapkan beasiswa bagi para pelajar. Bukan hanya untuk yang berpretasi, beasiswa pun berlaku bagi para penghafal alquran.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Eka Supria Atmaja saat menghadiri Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-9, yang bertempat di Gedung Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Selasa, 4 Februari 2020.

Beasiswa ini berlaku bagi para pelajar dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Eka mengatakan, penerapan beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bekasi dalam membangun sumber daya manusia.

“Salah satunya dengan menggratiskan biaya kuliah bagi siswa yang kurang mampu dan berprestasi. Tidak hanya bagi siswa yang kurang mampu dan berprestasi saja, tapi pemberian beasiswa pendidikan sampai ke jenjang perkuliahan untuk para penghafal Alquran,” ucap dia.

Bagi para pelajar tingkat SD dan SMP, beasiswa diberlakukan pada mereka yang telah hafal tiga juz Alquran.

Jika hafal, mereka akan diberi beasiswa sekolah termasuk dibebaskan memilih sekolah mana yang akan dituju, tanpa melalui sistem zonasi.

“Jadi tidak perlu memikirkan zonasi, silakan sekolah di mana saja asalkan hafal dulu tiga juz. Sedangkan yang hapal 30 juz disediakan jalur kuliah dari mulai biaya per semester sampai biaya hidup selama kuliah ditanggung oleh pemerintah. Maka segera maksimalkan ini,” ujarnya.

Menurut Eka, pendidikan tidak hanya mengajarkan siswa untuk berprestasi. Lebih dari itu, para siswa pun dapat menjadi pribadi yang berkarakter guna menunjang pembangunan di daerahnya.

“Saya selalu berpikiran sekolah itu jangan cuma pinter tapi juga bener. Jadi pendidikan agama ini yang paling penting,” ucap dia.

Untuk menunjang keberhasilan pendidikan yang berkarakter tersebut, Eka meminta para ulama turut dalam proses belajar para siswa.

“Karena ini memomentumnya di depan para ulama jadi saya titipkan anak-anak kita agar diajarkan nilai-nilai yang luhur yang diajarkan agama,” ujar dia.

Lebih lanjut, pendidikan berkarakter itu penting khususnya bagi Kabupaten Bekasi yang banyak dihuni warga dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Dia berharap para penerus pun dapat menjaga keaslian Bekasi.

“Jangan sampai kita yang terus terbawa arus mereka. Kita ini warga yang asli harus menjaga nilai-nilai keaslian Bekasi,” ujar dia.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.