Pemerintah Terus Himpun Masukan Terkait Pelaksanaan Kurikulum 2013

oleh -1 views
Ilustrasi Kurikulum 2013
Arrief Ramdhani

Ilustrasi Kurikulum 2013

Ilustrasi Kurikulum 2013

PUSAT Informasi dan Humas (PIH) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PIH) masih terus berupaya menghimpun berbagai masukan dari para pemangku kepentingan pendidikan, terutama terkait pelaksanaan Kurikulum 2013. Salah satu upaya dilakukan lewat dialog pendidikan Implementasi Kurikulum 2013 di Tahun Pelajaran 2014/2015, Sabtu (23/8/2014) lalu di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Ketua Unit Implementasi Kurikulum, Tjipto Sumadi, menjelaskan bahwa proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 adalah berbasis aktivitas dan tidak menghafal. Peserta didik, kata dia, diminta untuk mengamati, menanyakan, mengobservasi, menalar, dan mengkomunikasikan.

“Siswa kalau bisa tidak hanya mendengar, bahkan kalau bisa menciptakan sesuatu,” katanya di hadapan anggota dewan pendidikan, kepala sekolah, pengawas, guru, dan pengurus PGRI.

Tjipto menyebutkan, jumlah buku Kurikulum 2013 sebanyak 245 juta. Dia mengatakan, berdasarkan laporan kepada Wakil Presiden Boediono pada 13 Agustus lalu, pengiriman buku Kurikulum 2013 mencapai 76 persen.

“Kemarin malam kami beri pengarahan untuk kepala sekolah, mereka akan dilatih pada awal September. Pada pertengahan September terjun ke lapangan untuk pendampingan,” katanya.

Tjipto mengatakan, pihaknya telah mengaktifkan klinik dan konsultasi pembelajaran berbasis kurikulum 2013 secara daring. Klinik yang beralamat klik2013.belajar.kemdikbud.go.id ini merupakan forum bagi guru, siswa, dan umum yang ingin mengetahui dan berdiskusi seputar Kurikulum 2013.

Dia menambahkan, untuk monitoring dan evaluasi dilakukan melalui dua pola. Pihak dinas, kata dia, melakukan secara sensus, sedangkan dari pusat menggunakan sampling.

“Total ada 206.799 sekolah kami himbau yg belum isi data dapodik segera mengisi,” katanya.

Sementara itu, Kepala LPMP NTT Minhajul Ngabidin mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan implementasi Kurikulum 2013. Secara umum, kata dia, semua sekolah sudah melaksanakan implementasi Kurikulum 2013.

“Terakhir saya memantau di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur,” katanya.

Minhajul mengatakan, sekolah yang belum mendapatkan buku Kurikulum 2013 telah mendapatkan CD. Dari sejumlah sekolah yang dia kunjungi, CD tersebut sudah dimanfaatkan.

“Sekolah di daerah terpencil yang masih kesulitan,” katanya.

Minhajul menyebutkan, jumlah guru di NTT berdasarkan penghitungan manual sebanyak 86.642.  Jumlah sasaran diklat, kata dia, sebanyak 50 ribu dan realisasi sebanyak 31.988.

“Bagi guru yang belum diklat mendapatkan fasilitasi pengimbasan ke guru lain,” katanya. (edukasi.kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.