Pemerintah Akan Tingkatkan Fasilitas untuk Pacu Peneliti Remaja

oleh -2 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

RENDAHNYA jumlah peneliti di Tanah Air memacu pemerintah untuk mendorong minat penelitian di kalangan remaja. Selain menggelar kompetisi juga akan ada fasilitas paten untuk penelitian yang dihasilkan.

Direktur Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Purwadi mengatakan, minat meneliti di kalangan remaja memang perlu ditingkatkan. Berbagai kompetisi seharusnya digalakkan untuk memotivasi remaja untuk meneliti. Melalui Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) akan meningkatkan kuantitas dan kualitas peneliti Indonesia.

“Kita lakukan terobosan melalui seleksi pendaftaran online. Dan ternyata peminatnya membludak. Dari sini kita tahu ternyata banyak remaja yang suka meneliti tetapi tidak tahu akses untuk penyampaiannya,” katanya saat penutupan OPSI di Jakarta, Jumat (710)

Diketahui, OPSI tahun ini adalah gelaran kedelapan. Dia menyampaikan, sebelumnya pendaftaran OPSI manual yang mendaftar hanya 1.000-an orang saja. Namun tahun ini, terjaring 2.482 naskah dari seluruh Indonesia bahkan dari sekolah terpencil pun memasukkan penelitian berupa karya tulis maupun temuan.

Diketahui, OPSI terbagi atas tiga kategori yaitu sains dan teknologi, matematika, rekayasa, ilmu sosial dan Humaniora.

Menurut Purwadi, pemerintah juga akan memfasilitasi produk penelitian para remaja yang sudah aplikatif untuk mendapatkan patennya. Selain itu juga penelitian para remaja ini akan didorong masuk ke dunia industri.

“Nanti kita carikan partnernya. Kita gandeng mitra yang perhatian terhadap prestasi anak-anak yang suka meneliti ini,” ungkapnya.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Kapustekkom) Kemendikbud Ari Santoso menyampaikan, pemerintah memang yakin tidak semua remaja mempunyai hobi meneliti. Akan tetapi, katanya, kegiatan meneliti adalah sesuatu hal yang harus dibiasakan sejak dini. Oleh karena itu kultur meneliti di lingkungan sekolah harus dihidupkan oleh sekolah itu sendiri dan juga diikutsertakan diberbagai kompetisi.

Ari menyampaikan, salah satu dukungan Pustekkom ialah siap untuk mempublikasikan seluruh hasil penelitian remaja ke semua daerah. Tujuannya untuk menginspirasi remaja lain untuk melakukan penelitian. Sementara itu agar hasil penelitian tidak berhenti di meja dewan juri saja, ujarnya, maka peranan dunia industri sangat diharapkan agar karya penelitian ini bisa dimanfaatkan dengan baik.(news.okezone.com)