Pemda: Kami Sanggup Cetak Soal UN

oleh -5 views
Ilustrasi (terasmedan.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (terasmedan.com)
Ilustrasi (terasmedan.com)

PEMERINTAH daerah yang terkena imbas dari kacaunya distribusi naskah soal ujian nasional (UN) 2013 untuk jenjang SMA/SMK/MA beberapa waktu lalu meminta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar meletakkan kepercayaan kepada pihaknya untuk menggandakan soal. Wali Kota Samarinda Syahari Ja’ang, misalnya, mengatakan, daerah sanggup melakukan tugas tersebut.
“Soal dengan master soal bisa dibuat di pusat, tetapi penggandaan bisa di daerah. Kami sanggup lakukan itu,” kata Syahari saat telekonferensi dengan anggota BPK di Kantor BPK, Jakarta, Kamis (25/4/2013).

Syahari tidak mempermasalahkan apabila master soal UN dikerjakan oleh pusat. Namun, yang dituntutnya saat ini adalah masalah penggandaan soal yang dipercayakan kepada daerah sehingga distribusinya tidak karut-marut seperti yang terjadi pada tahun ini. Dalam pelaksanaan UN tingkat SMA, Kota Samarinda termasuk kota yang terkena penundaan penyelenggaraan UN karena buruknya distribusi naskah soal dan lembar jawaban.

Penundaan kembali terjadi pada jadwal susulan pada 17 April 2013 karena kembali mengalami kekurangan soal. Penyelenggaraan UN ditunda hingga keesokan harinya. “Kekurangan naskah untuk sekitar 2.630 siswa. Dengan kondisi seperti itu, tentu kami tidak mau meneruskan UN pada hari Kamis itu,” kata Syahari.

Kesanggupan juga diungkapkan oleh Bupati Belu Joachim Lopez. Ia mengaku sangat setuju dengan rekomendasi BPK RI tersebut. Ia juga mengaku provinsi mampu untuk mengambil alih penggandaan naskah soal UN ini sehingga mempersingkat waktu distribusi.

“Kami sangat setuju dengan usulan itu. Provinsi pasti mampu dan distribusinya juga makin singkat,” tandasnya.(edukasi.kompas.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.