Pembangunan SMPN 6 Lembang Diusulkan Lagi

oleh -18 views
Ilustrasi(sukabumizone.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi(sukabumizone.com)
Ilustrasi(sukabumizone.com)

PEMERINTAH Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat akan kembali mengusulkan pembangunan SMPN 6 Lembang yang tertunda gara-gara mendapatkan penolakan dari komite SDN Pancasila dan sebagian perwakilan orang tua murid. Pihak desa dalam waktu dekat berencana memanggil komite sekolah tersebut serta berbagai pihak terkait untuk menindaklanjuti masalah tersebut.

“Pembangunan SMPN 6 Lembang ini sangat diharapkan masyarkat, tetapi sayang sekali harus ditunda karena ada penolakan. Untuk itu, kami akan duduk bersama komite sekolah untuk membicarakan hal ini,” ujar Agus Karyana, Kepala Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Selasa (19/1/2016).

banner 728x90

Agus mengungkapkan, pembangunan SMPN 6 Lembang tersebut sebenarnya tidak akan menggunakan lahan SDN Pancasila. Namun, bangunan tersebut akan berdiri di atas tanah milik Pemerintah Desa Gudangkahuripan seluas 2.000 meter persegi.

“Jadi, tidak ada lahan SDN Pancasila yang akan digunakan untuk pembangunan SMP. Sebab, ada tanah desa di belakang SD tersebut yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan SMP,” tuturnya.

Dia menuturkan, pembangunan SMPN 6 Lembang sebenarnya sudah lama dinantikan masyarakat setempat. Soalnya, hingga kini belum ada bangunan SMP di Desa Gudangkahuripan. SMP terdekat berada di desa tetangga, yakni Desa Cikahuripan, sementara SMPN 6 Lembang saat ini masih menumpang bangunan SMPN 2 Lembang.

Setiap tahun, lanjut dia, ada sekitar 500 lulusan dari 6 SD di Desa Gudangkahuripan. Sekitar 30 persennya tidak melanjutkan ke SMP. “Lulusan SD yang melanjutkan ke SMP pun harus menempuh perjalanan jauh karena tidak ada SMP di desa ini,” katanya.

Senada dengan Agus, Ketua Badan Permusyawaratan Desa Gudangkahuripan, Mahmudin menyesalkan penolakan pembangunan SMPN 6 Lembang oleh komite SDN Pancasila di Jalan Peneropongan Bintang, Lembang tersebut.

Soalnya, pembanguann SMP tersebut tidak akan menyerobot lahan SD Pancasila. “Jadi, dasar penolakan itu sebenarnya apa? Kalau gara-gara lahan, kan SMP tidak akan dibangun di lahan SD, tetapi di tanah desa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite SDN Pancasila Sutrisno Setiawan mengklaim dirinya bersama para orang tua siswa sepakat menolak pembangunan SMPN 6 Lembang.

Selain soal lahan, penolakan tersebut juga lantaran pihaknya belum pernah diajak berembuk dengan Dinas Pendidikan terkait dengan rencana pembangunan SMP.

“Padahal seharusnya, Dinas Pendidikan mengundang semua pihak terkait untuk membahas uji kelayakan pembangunan SMP tersebut,” katanya. (pikiran-rakyat.com)