Pelayanan Khusus Bagi Siswa Lambat Belajar

oleh -17 views
Yasriati Telaumbanua, guru SD Sifaoroasi di Kecamatan Gomo, Nias Selatan, sedang mendampingi gabungan siswa kelas 1 s.d 3 yang sama sekali belum bisa membaca.(prioitaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
Yasriati Telaumbanua, guru SD Sifaoroasi di Kecamatan Gomo, Nias Selatan, sedang mendampingi gabungan siswa kelas 1 s.d 3 yang sama sekali belum bisa membaca.(prioitaspendidikan.org)
Yasriati Telaumbanua, guru SD Sifaoroasi di Kecamatan Gomo, Nias Selatan, sedang mendampingi gabungan siswa kelas 1 s.d 3 yang sama sekali belum bisa membaca.(prioitaspendidikan.org)

YASRIATI Telaumbanua, guru SD Sifaoroasi di Kecamatan Gomo, Nias Selatan, tampak sibuk mengatur siswanya di dalam perpustakan. Dia membagi siswa tersebut dalam tiga kelompok. Pada kelompok pertama, yang duduk melingkar, dibagikannya buku-buku untuk dibaca. Buku-buku dengan banyak gambar dan huruf yang cukup besar.

Pada kelompok kedua, Bu Yasriati memberikan potongan-potongan huruf. Bu Yasriati memberi kertas yang berisi sebuah kalimat. Anak-anak dimintanya untuk menyusun huruf sesuai dengan kalimat yang tertera di kertas yang diberikannya.

banner 728x90

Kelompok yang ketiga diajak duduk di depan sebuah papan. Di papan ini tertera urutan huruf A sampai Z. Di bawahnya ada gabungan konsonan dan vokal yang bisa menghasilkan bunyi. Kemudian beliau mengajak kelompok siswa tersebut untuk menyanyi berbagai lagu yang berhubungan dengan huruf-huruf.  “Ayo kita menyanyi lagu tentang huruf,” ajak Bu Yasriati untuk memotivasi siswanya dalam belajar membaca.

Apa yang dilakukan Bu Yasriati adalah layanan untuk anak-anak yang belum bisa membaca. Anak-anak ini berasal dari siswa kelas satu, kelas dua dan kelas tiga. Mereka diambil dari kelasnya untuk mendapatkan pelayanan khusus.  Ibu Yasriati Telaumbanua adalah salah satu guru yang terinspirasi untuk menerapkan hasil pelatihan USAID PRIORITAS. “Yang dilatihkan USAID PRIORITAS sangat efektif dalam menyelesaikan permasalahan anak yang belum lancar membaca.

Siswa yang sudah lancar membaca juga diberikan pengayaan penugasan yang sesuai dengan kamampuannya,” kata Yakobus Suri koordinator USAID PRIORITAS Nias Selatan. Gomo adalah kecamatan di Kabupaten Nias Selatan yang menjadi mitra USAID PRIORITAS sejak 2012. Ada 7 SD dan 3 SMP yang menjadi mitra langsung dari USAID PRIORITAS. Sampai saat ini sudah ada 10 kepala sekolah, 76 guru dan 20 anggota komite sekolah yang mendapatkan pelatihan modul 1 dan saat ini mereka sedang mengikuti pelatihan modul 2. Untuk mencapai Gomo dari Kota Telukdalam (ibu kota Kabupaten Nias Selatan) tidaklah mudah. Kondisi jalannya sangat parah. Hanya mobil jenis empat gardan (4 WD) yang bisa mencapai Gomo. Lebih sulit lagi adalah untuk mengunjungi sekolah-sekolah mitra tersebut. 2 SD dan 1 SMP berada di atas bukit, sementara 3 SD dan 1 SMP berada di seberang sungai. Jalan menuju bukit dan di seberang sungai jauh lebih parah daripada jalan Telukdalam, Gomo. Walaupun berada di daerah terpelosok, sekolah-sekolah mitra USAID PRIORITAS tetap menerapkan pembelajaran aktif hasil dari mengikuti pelatihan.(prioritaspendidikan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.