Pelaksanaan UN di Bogor Berlangsung Lancar

oleh -4 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

PELAKSANAAN  Ujian Nasional (UN) hari pertama di Kota Bogor berlangsung sukses. Baik pelaksanaan UN secara daring atau computer Based Test (CBT) maupun paper based test (PBT) berjalan tanpa ada kendala.
Sebelumnya pelaksaan UN, khususnya yang menggunakan sistem CBT, dikhawatirkan terkendala gangguan listrik.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Edgar Suratman mengatakan, secara keseluruhan pelaksanan UN hari pertama berjalan lancar.

banner 728x90

“Hasil pantauan kami dalam pelaksanaan UN diseluruh lokasi di Kota Bogor berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti yang tergolong menghambat pelaksanaan UN,” jelasnya, Senin (13/4/2015).

Edgar mengatakan, peserta UN tingkat SMA/SMK di Kota Bogor pada tahun ini mencapai 20.275 siswa. Terdiri dari 6.599 siswa SMA, 1.008 MA dan 11.826 siswa SMK.

Selain peserta dari tingkat SMA/SMK, ada juga peserta UN dari kelompok Paket C yang berjumlah 1.113 peserta.

“Khusus untuk UN dengan sistem online diikuti 1.125 peserta dari tiga sekolah. Yaitu SMK Negeri 3, SMK wikrama dan SMK Infokom,” ujar Edgar.

Khusus untuk pelaksanan UN daring, Edgar menjelaskan antisipasi gangguan listrik dilakukan secara intensif. Untuk setiap sekolah yang menggelar UN daring, Disdik Kota Bogor menyiapkan 2 tenaga ahli listrik dari PLN APJ Bogor.

“Kita mengantisipasi adanya gangguan listrik mati ketika UN berlangsung. Selain tenaga listrik, setiap kelas di sekolah yang menggelar UN online kita siapkan UPS,” paparnya.

Terkait server, untuk hari pertama tidak ada kendala berarti. Semua siswa dengan mudah bisa melakukan pendaftaran atau login tanpa menunggu waktu lama. Menurut Edgar, hal ini berkat kapasitas server yang memumpuni untuk diakses ribuan peserta dalam waktu bersamaan.

Pelaksaan UN pun digelar di Lapas Cibinong Kelas II A. Ada dua pelajar yang tengah menjalani hukuman dan tercatat sebagai peserta UN. Keduanya adalah (F) dan (Y) yang merupakan pelajar salah satu SMA di Kota Depok.

Keduanya terpaksa mengikuti UN di Lapas karena tersangkut kasus hukum. Terlihat keduanya menjalani UN di salah satu ruangan Lapas Pondok Rajeg Cibinong dengan diawasi 3 orang pegasa dari Disdik Kota Depok. Mengenakan kemeja putih keduanya tampak serius menjawab soal UN Bahasa Indonesia.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan Lapas Pondok Rajeg, Maulana mengatakan, UN ini dilaksanakan untuk tetap memberikan hak kepada anak-anak untuk mengikuti UN.

Meskipun mereka tengah berada di lapas, namun tetap bisa mendapatkan haknya untuk menjalani UN, jelas Maulana.

Disinggung persiapan kedua pelajar tersebut, Maulana mengatakan sejak jauh hari kedua pelajar ini mendapat pasokan buku pelajaran dari Disdik Kota Depok. Mereka ditempatkan di ruangan khusus untuk persiapan UN. “Biar mereka bisa konsentrasi dalam mengerjakan soal-soal ujian,” jelasnya.

Selain dua siswa tadi, Maulana juga menambahkan ada 13 napi lainnya yang akan mengikuti UN Paket C.

“Untuk napi yang mengikuti UN paket C dilaksanakan secara terpisah dengan dua napi ini. Yang paket C dilaksanakan sore hari selama tiga hari berturut-turut,” jelasnya. (inilahkoran.com)