Pelajar SMA di Purwakarta Ini Sibuk Panen Sayuran

oleh -2 views
eorang pelajar SMA Negeri 1 Campaka tengah memanen timun di halaman sekolahnya, Senin (29/8/2016). Pada panen itu, selain timun, pelajar juga memanen padi, kacang panjang dan cabai merah.(jabar.tribunnews.com)
Arrief Ramdhani
eorang pelajar SMA Negeri 1 Campaka tengah memanen timun di halaman sekolahnya, Senin (29/8/2016). Pada panen itu, selain timun, pelajar juga memanen padi, kacang panjang dan cabai merah.(jabar.tribunnews.com)
eorang pelajar SMA Negeri 1 Campaka tengah memanen timun di halaman sekolahnya, Senin (29/8/2016). Pada panen itu, selain timun, pelajar juga memanen padi, kacang panjang dan cabai merah.(jabar.tribunnews.com)

RATUSAN pelajar SMANegeri 1 Campaka Kabupaten Purwakarta berhasil memanen kebutuhan pangan hasil bumi di lingkungan sekolahnya Senin (29/8/2016). “Jadi hari ini siswa-siswi kami memanen pangan hasil bumi. Gabah yang baru terkumpul 4 kwintal, panen timun, kacang panjang dan cabe merah itu masih dihitung,” ujar KepalaSMA Negeri 1 Campaka, Nur Aisah Jamil di lokasi sekolah.

Kegiatan menanam dan panen ini dianggap konsep ideal soal pola pendidikan full day school. Pasalnya, kata dia, proses tanam hingga panen dilakukan seharian di sekolah. “Ini bagian dari program pendidikan barkarakter yang digagas bupati sejak setahun terakhir. Kalau full day school, saya kurang paham, tapi yang pasti aktifitas tanam dan panen ini semua dilakukan di dalam lingkungan sekolah,” ujar Nur Aisah.

Pantauan Tribun, di dalam sekolah terdapat sebidang tanah dengan luas lebih dari 50 meter persegi. Tanah itu kemudian dibagi jadi beberapa bagian untuk ditanam padi, timun, kangkung, kacang panjang dan cabe merah. “Tahun lalu kamipanen ikan mas. Tahun ini kami tanam tanaman pangan. Jadi kami punya tanah kosong, daripada dibiarkan mending diolah,” ujar Nur Aisah.

Ia menjelaskan, sekolah ingin membiasakan para pelajarnya untuk dekat dengan dunia pertanian. Jika dibiasakan, kata dia, maka setiap pelajar akan memiliki ilmu pertanian. “Kami memiliki dua instruktur. Dua intstruktur itu mengajar pelajar membajak sawah, mencangkul tanah, menanam tanaman, memasang pupuk hingga bersama-sama panen,” ujar Nur Aisah.

Ia menyebut aktivitas pelajar di sawah masuk ke dalam pelajaran Biologi dan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). “Setiap aktivitas ada penilaiannya,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengapresiasi suksesnya panen raya para pelajar. “Ini bentuk pendidikan berkarakter. Kami inginnya pelajar sudah terbiasa dengan sawah, dengan ladang,” ujar Dedi.

Ia berharap semua sekolah melakukan hal serupa seperti yang dilakukan di SMA Negeri 1 Campaka.(jabar.tribunnews.com)