Pejuang Kehidupan dari Tasikmalaya

oleh -47 views
Foto (Asop Ahmad/siapbelajar)
Arrief Ramdhani

TASIKMALAYA – KECINTAAN pada dunia pendidikan terus mengalir, meskipun sudah pensiun dari jabatanya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Tasikmalaya

Drs H Yayan Tahyan (60). Melalui Toko Bale Asih yang menyediakan keperluan sekolah, dari alat tulis, buku pelajaran, tas, sampai seragam secara gratis. Toko yang didedikasikan khusus untuk membantu anak yatim dan piatu. Mereka boleh mengambil yang dibutuhkan hanya dengan bermodal kejujuran

Bale Asih juga menyediakan perpustakaan untuk pelajar, mahasiswa, guru dan masyarakat serta materi belajar daring lainnya, fasilitas wifi bisa diakses masyarakat setempat dengan cuma-cuma, beberapa prangkat komputer yang siap melayani game dengan bermodal hafalan Al-Quran setiap anak boleh memainkan permainan dengan aplikasi edukasi yang sudah disediakan oleh toko tersebut

Diantara penyandang cacat telah merasakan perhatiannya. Seperti Yandi (29), warga Kampung Boregah Desa Cilampunghilir Kecamatan Padakembang penyandang disabilitas ini sekarang mampu hidup mandiri di tengah kekurangan yang dimilikinya.

Ada juga program rehabilitasi dan relokasi rumah tidak layak huni. Eman Sulaeman (60) warga Kampung Kudang, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, rumahnya nyaris ambruk. Sekarang Ia bisa bernapas lega atas bantuan renovasi dari Bale Asih

Konsisten dan bukan memanfaatkan apalagi mengeksploitasi untuk kepentingan sesaat. Waktu telah membuktikan. Selama dua tahun Toko Bale Asih sudah dirasakan manfaatnya oleh ratusan anak yatim, piatu dan masyarakat sekitar

Dana yang dipakai untuk pengadaan peralatan sekolah di Toko Bale Asih bukanlah berasal dari dana yang besar sekelas pensiunan sang menteri apalagi gaji dari seorang anggota dewan, hanya bermodal uang pensiunan mantan PNS. 90 persen menjadi sumber utama kegiatan sosialnya selama ini. Siapapun yang ingin bekerjasama membantu melalui tokonya selalu Ia terima dengan baik, harapanya. Mereka tidak merasa terbebani

Sempat menjadi trending topik pemberitaan pada beberapa televisi,media cetak dan on line lokal maupun nasional, menjadi narasumber di acara Kick Andy dan pekan kemarin giliran Dedi Combuzer dengan acara hitam putihnya ditayangkan secara live dari studio Trans 7, dan terpilih menjadi salah satu 21 sosok inspiratif anugrah telkomsel 2016

Sapaan Tokoh Kejujuran dari Tasikmalaya di Harian Kompas oleh Dedi Muhtadi (Wartawan Senior Kompas). Beberapa tulisan jurnalis senior lainnya seperti Andi F Noya di Harian Kompasklass, diarahkankan pada sosok Yayan Tahyan.

Menurut Andy. Untuk menjadi cahaya bagi orang-orang sekitar, kita tidak harus menunggu. Kita sudah bisa memulai dengan apa yang dimiliki sekarang. Sekecil apapun itu. Sebab keteladanan sudah diperlihatkan oleh pendiri Toko Bale asih sebagai salah satu pejuang kehidupan masa kini. (Asop Ahmad/siapbelajar)