Paud/SD Sahara, Mendidik Anak Dengan Sepenuh Hati

oleh -210 views
ilustrasi
Arrief Ramdhani
ilustrasi
ilustrasi

KURIKULUM 2013 ini menerapkan pendidikan berbasis karakter. Namun, sebelum kurikulum 2013 lahir, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sahara dan Sekolah Dasar (SD) Islam Mutiara Sahara di Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya sudah lebih dulu menerapkan pendidikan karakter.

Hasilnya luar biasa, lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan Ataq­wa Kecamatan Singa­parna itu banyak melahirkan siswa-sis­wa yang berkualitas dan yang paling utama berahlakul kari­mah.

Dua lembaga pendidikan ter­sebut, sejak lama sudah me­nerapkan pendidikan ka­rakter dengan karakter. Di mana, sebelum memberikan pendi­di­kan kepada siswa, para guru terlebih dahulu yang wajib memiliki karakter.

“Kami selalu komitmen un­tuk terus menciptakan sis­wa yang berkualitas dan memiliki ahlakul karimah. Kami selama ini mengajar anak agar memiliki karakter dengan karakter,” kata Kepala SD Islam Permata Sahara, Iwa Kurniawan yang di­dampingi Kepala Paud Sa­hara, Mulatsih Sri Utami kemarin.
Kata bunda Tami panggilan akrab Mulatsih Sri Utami, men­­didik anak itu harus dilakukan dengan sepenuh hati dan mendidiknya harus dengan karakter.

Artinya sebelum mendidik anak para guru terlebih dahulu yang harus memiliki karakter yang baik.
Guru tegas dia harus jadi te­ladan siswa dalam segala as­pek, karena anak-anak belajar itu selalu meniru sikap yang dilakukan oleh orang dewasa. Jika karakter guru kurang baik maka akan berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak juga.

Untuk itu, sekolah tegas mereka berdua selalu menga­dakan pendidikan dan latihan karakter yang dihususkan un­tuk para guru.
Guru juga diberi pemaha­man yang baik bagaimana cara mendidik dan mengajar anak-anak yang baik. Sehingga meng­­hasilkan generasi unggulan.
Bukan hanya itu, pendidi­kan Sahara juga selalu mengada­kan kegiatan yang melibatkan orang tua di lingkungan sekolah, salah satunya kegiatan Mu­ha­raman atau peringatan tahun baru Islam yang digelar Sabtu (15/11/­2014) lalu.

Selain digelar pentas seni dan juga penampilan anak-anak usai dini membaca surat-surat pendek Al-Quran, ke­gia­tan Muhamraman juga diisi dengan tablig akbar yang mendatangkan usatd Didit Wi­diyatmoko dari tim manajemen Ustad Yusuf Mansur.
Kata Iwa Kurniawan, ke­giatan muharaman sengaja digelar untuk merekatkan silaturahmi antara sekolah, ya­yasan dengan para orang tua murid. Sehingga pendidikan bisa berjalan harmonis dan saling mendukung satu sama lain.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Ka­bu­paten Tasikmalaya, Alimu­din mengakui proses pendidikan di Sahara sudah sejak lama menerapkan pendidikan berkarakter.
Kata dia Sahara sebelum ada kurikulum 2013 Sahara sudah sejak lama menerapkan pendidikan karakter.

“Saya melihat lulusan SD Sahara masuk berbagai SMP prestasinya sangat memuas­kan sekali ini berkat bimbingan pendidik dan pengajar di Sahara,” katanya.
Ia juga mengharapkan se­mua pendidikan yang dila­kukan di berbagai SD yang ada di Kabupaten Tasikmalaya me­niru apa yang sudah diterapkan di Sahara.
“Mudah-mudahan saja pendidikan di semua SD di Ka­bu­paten Tasikmalaya yang jum­lahnya 1.080 SD bisa se­perti SD Islam Mutiara Sa­hara,” ucapnya.(kabar-priangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.