OSIS Tak Boleh Lagi Gelar MOS

oleh -3 views
Ilustrasi.Masa Orientasi Siswa (republika.co.id)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi.Masa Orientasi Siswa (republika.co.id)
Ilustrasi.Masa Orientasi Siswa (republika.co.id)

MASA Orientasi Siswa (MOS) biasanya menjadi kegiatan tahunan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Sayangnya, kegiatan yang seharusnya bertujuan positif justru kerap berujung bully.

Direktur Sekolah Menengah Atas (SMA), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Purwadi menuturkan, Kemdikbud telah melarang anggota OSIS bertanggung jawab pada pelaksanaan MOS atau Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).

“Tanggung jawabnya itu adalah pada guru. OSIS hanya ikut membantu. Misalnya memperkenalkan lingkungan dan fasilitas yang dimiliki sekolah,” ungkapnya belum lama ini.

Pelaksanaan PLS, kata Purwadi, juga tidak boleh diisi dengan kegiatan orientasi yang membuat siswa stres. “Semua harus dilakukan oleh guru dan diawasi kepala sekolah. Jika terjadi masalah, maka harus segera melapor,” ucapnya.

Purwadi menambahkan pelaksanaan MOS sepenuhnya diserahkan kepada sekolah sesuai program masing-masing. Karena itu, jadwal dan durasi pelaksanaan tergantung dari program apa yang akan diperkenalkan kepada siswa baru.

“Pelaksanaannya sendiri boleh satu, dua, atau tiga hari, tergantung dari sekolahnya. Tetapi intinya, pengenalan harus dilakukan oleh guru, OSIS hanya membantu,” tandasnya. (news.okezone.com)