OSIS SMAN 1 Tasikmalaya Peduli Thalassemia

Sunday 23 November 2014 , 2:36 AM
Osis SMAN 1 Tasikmalaya Peduli Thalassemia.(kabar-priangan.com)

Osis SMAN 1 Tasikmalaya Peduli Thalassemia.(kabar-priangan.com)

KEPEDULIAN terhadap penyakit thalassemia tak hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi juga oleh siswa. Seperti juga dilakukan OSIS SMA Negeri 1 Tasikmalaya, sebagai wujud kepedulian terhadap Thalasemia, Kamis di Ruang Multimedia (20/11/2014) lalu mengadakan seminar kesehatan yang membahas penyakit thalassemia.

Seminar yang dibuka langsung oleh Kepala SMA Negeri 1, Kota Tasikmalaya, H Pipin Aripin itu menghadirkan dr M Ali Firdaus, sebagai Pembina Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indo­nesia (POPTI), Tasikmalaya.

“Dengan adanya seminar yang membahas Thalasemia ini, setidaknya siswa akan tahu apa itu thalasemia dan pe­nyakit itu mata rantainya bisa dipotong,” kata Kepala SMA Negeri 1 Kota Tasik­makaya, H Pipin Aripin kemarin.Kata dia seminar kesehatan yang digelar Osis kali ini setidaknya bisa memberikan be­kal kepada para siswa yang memang dari sisi usia masih produktif.

Sehingga bisa me­milih calon pendamping hidup yang ideal dan tidak terdapat genetik thalasemia. Meskipun hal itu agak sulit tetapi harus diupayakan agar mata rantai thalasemia bisa dipotong.
Kegiatan seminar kerjasama dengan PT Astra Internasional Daihatsu juga dihadiri oleh anggota Unit Kesehatan Siswa (UKS), perwakilan siswa dari masing-masing kelas sebanyak 3 orang.
Thalassemia sendiri merupakan penyakit keturunan di mana sel darah merah mudah dirusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah merah normal (120 hari), sehingga penderita akan mengalami anemia.

Penyebab thalassemia ada­lah sel-sel darah tidak mengandung cukup hemoglobin karena adanya kelainan atau perubahan pada salah satu bagian gen hemoglobin.
Ketua Osis SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Ridwan Taofiq Firdaus mengatakan, kegiatan seminar dilakukan karena memang angka penderita thalasemia di Tasik­malaya dan Jawa Barat ini sangat tinggi.
Apalagi penderita thalasemia hingga kini be­lum bisa disembuhkan. Yang bisa dilakukan hanya memperpanjang usia dengan cara transfusi darah.

CSR Departemen Astra In­ternasional Daihatsu Saless Operation, Aria Suta Permana mengatakan, sejak tahun 2011 silam Astra Daihatsu memiliki kepedulian terhadap para penderita thalasemia.
Seminar ini bagian dari kepedulian Astra Daihatsu terhadap thalasemia yang di Jabar dan Tasik penderitanya cukup banyak.(kabar-priangan.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.