Orangtua Wajib Dampingi Anak Saat Akses Internet

oleh -59 views
lustrasi - sejumlah siswa SD mencari bahan tugas di mobil pusat layanan internet, di halaman sekolah .(antaranews.com)
Arrief Ramdhani
lustrasi - sejumlah siswa SD mencari bahan tugas di mobil pusat layanan internet, di halaman sekolah .(antaranews.com)
lustrasi – sejumlah siswa SD mencari bahan tugas di mobil pusat layanan internet, di halaman sekolah .(antaranews.com)

ORANGTUA harus lebih mengawasi anak-anaknya dalam penggunaan internet dan gadget. Sebab, meskipun Kementerian Komunikasi dan Informasi sudah memblokir situs pornografi, anak-anak diyakini masih bisa dapat mengaksesnya dengan mudah.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Telkomsel pada 2015 lalu, sebanyak 90 persen dari 2.064 responden telah mengakses situs pornografi. Jumlah ini cukup fantastis di tengah upaya pemerintah yang sedang melakukan pemblokiran situs pornografi.

“Survei dilakukan Yayasan Kita dan Buah Hati. Dari 2064 responden, ada sekitar 90 persen yang sudah mengakses pornografi,” kata Manajer CSR Telkomsel, Rifki Sya’bani, saat gelaran Indonesian Kids Cyber Camp di Bandung, Sabtu (30/7/2016).

Apalagi, lanjutnya, saat ini banyak ditemukan aplikasi telepon seluler yang mampu membuka situs-situs porno yang telah diblokir pemerintah.

“Bahkan aplikasinya bisa diunduh gratis,” katanya.

Kondisi ini, lanjutnya, diperburuk oleh sikap orangtua yang masih tak acuh terhadap penggunaan internet oleh anaknya. Padahal, pengawasan orangtua menjadi cara terbaik dalam mengindarkan anak dari pornografi di internet.

Oleh karena itu, pihaknya terus mengampanyekan internet sehat kepada setiap masyarakat termasuk orangtua. Melalui gerakan ini, diharapkan seluruh pengguna internet bisa memanfaatkan fasilitas tersebut untuk hal yang positif.

Untuk memaksimalkan pengawasan, pihaknya meluncurkan aplikasi yang mampu mengawasi penggunaan internet oleh anak. Aplikasi tersebut cukup dipasang di telepon seluler orangtua untuk mengetahui penggunaan internet di ponsel anaknya.

“Nama aplikasinya Kakatu. Ini bisa memantau penggunaan internet. Semua riwayat penggunaan internet oleh anak, bisa dipantau oleh orangtua,” pungkasnya.

Ketua P2TP2A Netty Prasetiyani Heryawan mengatakan, saat ini perkembangan teknologi tak terbendung lagi. Teknologi yang semakin canggih memudahkan masyarakat mengakses semua informasi yang diinginkan, termasuk anak-anak yang difasilitasi gawai pintar oleh orangtuanya.

Menurutnya, hal ini bisa memberikan dampak negatif pada perkembangan karakter anak mengingat situs yang diaksesnya tidak semuanya edukatif. Oleh karena itu, Netty mengajak orangtua untuk selalu mengawasi anaknya terkait penggunaan internet.

“Saya berharap orang tua dapat menjadi pelopor dalam menghadirkan informasi yang edukatif. Mari implementasikan tekad kita bagi pembinaan keluarga,” katanya.(inilahkoran.com)