Orang Tua Perlu Luangkan Waktu Khusus Dengar Anak Bercerita

Thursday 01 August 2019 , 7:32 AM

Kartini (35), salah satu peserta aksi literasi kesehatan yang diselenggarakan SD Negeri Pasirjeunjing, bersama kedua putranya; Malihatul Umah (13 bulan) dan Abdul M Pauji (8), tengah membaca buku.(Asop Ahmad/Siap Belajar)

PENGURUS  Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) mengajak para orang tua untuk sesekali melepaskan kegiatannya di rumah untuk mendengaran anak. Interaksi orang tua dan anak harus dilakukan secara aktif di waktu yang khusus dengan meninggalkan penggunaan ponsel.

“Perlu ada waktu bersama antara orang tua dan anak, sehingga ada waktu bagi orang tua untuk mendengarkan anak bercerita. Bukan soal lamanya waktu, tapi kualitasnya. Percuma ada ibunya tapi bermain gadget,” kata Anggota Bidang Pendidikan dan Pelatihan PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Yuliwati, dalam acara diskusi yang digelar oleh Rumah Kita Bersama di Jakarta, Rabu (31/7).

Yuliwati menambahkan, mendidik anak dengan baik sebetulnya sederhana, yakni dengan melakukan pembiasaan yang baik kepada anak.  Dengan begitu akan mengangkat rasa peduli dari anak tersebut terhadap suatu hal.

“Misalnya dimulai dari kerja sama untuk membuat kesepakatan meski anaknya masih usia dini, 3 sampai 6 tahun. Misalnya ‘nak, bisa enggak bantu mamah membereskan mainannya’, nah ini pembiasaan yang selalu kita sosialisasikan,” kata dia.

Yuliwati berharap, cabang-cabang PP Muslimat NU di daerah melakukan sosialisasi terkait pembiasaan ini kepada lapisan masyarakat di akar rumput. Termasuk juga untuk menekankan agar bagaimana para orang tua punya kemampuan ekonomi yang kuat.

“Di daerah, (persoalan) ekonomi ini menjadi hal paling dasar yang bisa menimbulkan terjadinya percekcokan di keluarga,” kata Yuliwati.(republika.co.id)

Comments are closed.