Nuh: Dugaan Korupsi Masih Diklarifikasi

oleh -0 views
Mendikbud Mohammad Nuh
Arrief Ramdhani
Mendikbud Mohammad Nuh
Mendikbud Mohammad Nuh

DUGAAN korupsi di Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan segera dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi jika ada indikasinya. Meski demikian, saat ini pihak yang terlibat masih dikonfirmasi dan diklarifikasi.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan hal itu seusai acara jalan dan sepeda santai dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Minggu (19/5/2013) pagi.

”Beri kesempatan kami untuk mengklarifikasi masalah ini. Saya perlu waktu. Tolong jangan diartikan saya melindungi atau menutup-nutupi. Harus hati-hati karena ini menyangkut dugaan korupsi miliaran,” kata Nuh.

Temuan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemdikbud tentang dugaan korupsi itu, lanjut Nuh, sudah disampaikan kepada Wakil Mendikbud Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti. Ia meminta Wiendu mempelajari temuan itu sehingga jelas duduk perkaranya. Jika sudah dipelajari, Nuh meminta Wiendu untuk menyampaikan penjelasannya. Setelah itu Nuh akan mengonfirmasikan kembali ke Itjen Kemdikbud.

”Setelah di internal jelas, nanti pasti akan dilaporkan ke KPK. Saya sendiri yang akan melaporkan. Saya selesaikan internal dulu untuk klarifikasi. Segala sesuatu harus diperjelas dulu karena Itjen bukan pengadilan. Kalau ada yang menyimpang ya harus diproses,” kata Nuh.

Surat Itjen Kemdikbud 26 April itu berisi temuan dugaan korupsi berikut rekomendasi-rekomendasinya diterima Nuh 3 Mei 2013. Masalah ini tidak segera ditangani karena, kata Nuh, keterbatasan waktu di tengah banyaknya kegiatan di Kemdikbud. Meski demikian, masalah ini tetap ditindaklanjuti.

Sebelumnya, Inspektur Jenderal Kemdikbud Haryono Umar menyampaikan banyaknya dugaan penyimpangan APBN-P 2012 di Ditjen Kebudayaan. Ditemukan pula penggelembungan dana di luar batas kewajaran dari APBN-P Ditjen Kebudayaan sebesar Rp 700 miliar.

Ketika dikonfirmasi, Wakil Mendikbud Bidang Kebudayaan Wiendu mengatakan, dirinya baru mengetahui temuan Itjen itu saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (17/5/2013) malam, sepulangnya menghadiri kongres kebudayaan di China.

Keesokan harinya, Wiendu segera menghadap Nuh. ”Saya sedang siapkan penjelasan tertulis. Saya sudah bahagia melihat berbagai kemajuan di bidang kebudayaan yang mulai tampak. Saya di sini tidak untuk mencari uang dengan cara-cara yang tidak baik,” kata Wiendu melalui pesan singkatnya.(edukasi.kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.