Nilai Penting Pendidikan Karakter

oleh -1 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

KURIKULUM 2013 digadang-gadang menekankan pendidikan karakter bagi siswa. Melalui pendidikan karakter tersebut, siswa akan menjadi pribadi yang lebih baik.

Menurut pakar pendidikan Prof. Dr. Arief Rachman Hakim, M.Pd., pendidikan karakter merupakan upaya sadar dan yang disengaja, serta terprogram untuk menolong manusia agar mengerti, peduli dan bertindak berdasarkan nilai-nilai dasar etika.

Pendidikan karakter, kata Arif, diberikan agar siswa mengetahui apa yang benar baik dan patut, serta sangat peduli terhadap apa yang benar dan patut. Selain itu, pendidikan karakter membuat siswa percaya dan yakin meskipun dalam keadaan yang tertekan dan dilematis.

“Pada kurikulum sebelumnya, ada pemisahan antara mata pelajaran (mapel) pembentuk sikap, keterampilan dan pengetahuan, jadi fokusnya pada kognitif. Sedangkan pada kurikulum 2013, semua mapel harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan dan pengetahuan fokus pada afektif atau karakter,” ujar Arif, dalam Seminar Memperkuat Peran Guru dan Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Implementasi Kurikulum 2013, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (13/3/2014).

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO itu mengingatkan, untuk mencapai pembentukan karakter yang kuat diperlukan guru yang kuat. Karakteristiknya yaitu akademis, psikologis, pedagogis dan sosial.

“Karakter dan sikap sesuai dengan empat pilar, yaitu falsafah bangsa, mementingkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan bhinneka tunggal ika,” ucapnya.

Arif menilai, guru memiliki peran strategis dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Dalam implementasi kurikulum baru ini, guru mempunyai nilai-nilai kokoh berdasarkan kepada sistem nilai, yakni menguasai ilmu dan senang berilmu serta memiliki ilmu yang memberikan kebenaran dan ilmu yang memberi keselamatan.

“Guru juga harus disiplin dan kreatif; serta memiliki kualifikasi pendidikan formal dan pengalaman di luar sekolah,” imbuh Guru Besar (Gubes) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.