Nilai-nilai Pancasila Harus Ditumbuhkan Lagi

oleh -2 views
Garuda Pancasila
Arrief Ramdhani
Garuda Pancasila
Garuda Pancasila

DI tengah kehidupan demokrasi yang dijalankan Indonesia saat ini, Pancasila sebagai dasar bernegara memiliki nilai dan pemahaman yang berkembang. Bahkan, nilai-nilai Pancasila terus berubah sehingga mampu menyesuaikan dengan tuntutan jaman.

Kondisi tersebut dirasa baik, terlebih berbagai tata nilai dalam mengarahkan kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila tidak lagi ditafsirkan tunggal.

“Di masa lalu, ada penafsiran tunggal yang ‘memaksa’ semua masyarakat memiliki pemahaman tunggal. Ini menjadi persoalan, sehingga terbelah, ada yang setuju, ada yang tidak,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertemakan ‘Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara’, yang diselenggarakan Fraksi PKS MPR RI dan Garuda Keadilan, di Kota Bandung, Sabtu (16/8/2014).

Selain Heryawan, kegiatan itu pun menghadirkan anggota MPR RI yang turut menjadi pembicara, seperti TB. Soemanjaya, Ledia Hanifa, dan Arief Minardi.

Lebih lanjut Heryawan menjelaskan, dengan tidak adanya lagi paksaan dalam menafsirkan Pancasila, nilai-nilai Pancasila menjadi hidup kembali.

“Dahulu, founding father kita menggali Pancasila yang berasal dari nilai-nilai agama dan kearifan lokal. Sebagai tatanan yang mengarahkan kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan,” paparnya.

Kendati begitu, meski Pancasila tidak lagi ditafsirkan secara tunggal, bukan berarti tidak ada permasalahan dalam menjadikannya sebagai landasan negara. Saat ini, banyak masyarakat yang mulai meninggalkan nilai-nilai Pancasila, sehingga tidak menjadikannya sebagai pijakan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sehingga nilai-nilai Pancasila harus dihidupkan lagi. Makanya dinamakan revitalisasi Pancasila, untuk mengembalikan kembali nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Salah satunya, upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan di bidang pendidikan. Dirinya berharap, pendidikan kewarganegaraan di sekolah diboboti nilai yang bisa menyadarkan masyarakat agar lebih mencintai bangsanya sendiri.

Dengan begitu, diharapkan setiap warga lebih mengutamakan kewajibannya dibanding menuntut hak.

“Dan di kurikulum pendidikan 2013 hadir kembali nuansa Pancasila, yang memberi spirit yang mendorong dan menyemangati pembangunan ke depan, agar terarah,” kata Heryawan seraya mengapresiasi seminar tersebut yang merupakan bentuk sosialisasi nilai-nilai Pancasila oleh MPR RI.

“Melalui kegiatan seminar nasional tentang nilai Pancasila yang diikuti kalangan anak muda, diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan kaum muda terhadap bangsa dan negara. Revitalisasi Pancasila ini membangun generasi muda yang berkarakter, yang mampu membangun bangsa,” tukasnya.(fokusjabar.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.