Ngaku Miskin, Penerima Bidik Misi Siap-Siap Didepak

oleh -2 views
catatan-harian-fathan.blogspot.com/
Arrief Ramdhani
catatan-harian-fathan.blogspot.com/
catatan-harian-fathan.blogspot.com

BEASISWA Bidik Misi merupakan salah satu solusi yang diberikan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para pelajar untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi.
Apalagi hal tersebut ditegaskan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2010 dan Permendiknas Nomor 34 Tahun 2013. Berdasarkan regulasi tersebut, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) terintegrasi dengan program Bidik Misi di mana minimal 20 persen mahasiswa baru yang diterima lewat SBMPTN harus merupakan mahasiswa tidak mampu secara ekonomi.

“Total diterima 109.853 peserta. Untuk Bidik Misi yang diterima 13.470 dari 55.975 pendaftar. Non Bidik Misi sebanyak 96.383 dari 529.814 pendaftar,” kata Ketua Umum Panitia SBMPTN 2013, Akhmaloka, di Gedung D, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2013).

Bidik Misi, lanjutnya, bisa ikuti seluruh calon mahasiswa baik melalui jalur SBMPTN maupun Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Dia menyebut, umumnya universitas besar sudah menerima mahasiswa melalui SNMPTN sekira 600 orang.

Namun, kerap kali ada saja mahasiswa yang mengaku miskin padahal merupakan orang mampu. Untuk itu, tambahnya, akan ada kebijakan visitasi.

“Anggota Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) sepakat kalau nanti ada calon mahasiswa yang mengaku miskin dan diterima lewat Bidik Misi tapi memalsukan datanya maka akan dikeluarkan dari perguruan tinggi tersebut. Maka, kami imbau untuk mengundurkan diri,” tutur Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Saat ini, ungkapnya. sudah dialokasikan besaran Bidik Misi untuk jumlah mahasiswa yang diterima. Walaupun tidak pas 20 persen, Akhmaloka menyatakan akan menambah jumlah tersebut untuk memenuhi kuota yang telah ditentukan bagi mahasiswa miskin.

“Umumnya kurang. ITB sudah ambil untuk yang tidak mampu di SNMPTN. Kenyataannya sekarang banyak yang kurang. Tapi malah ada yang lebih dari jumlah yang dianggarkan. Beasiswa Bidik Misi akan terpenuhi semua,” urai Akhmaloka.

Dia menambahkan, terdapat 10 PTN penerima Bidik Misi terbanyak. Pertama, Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan kedua Universitas Negeri Gorontalo. Sementara di tempat ketiga terdapat Universitas Trunojoyo.

“Kemudian, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Jember (Unej), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Negeri Malang (UNM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Andalas (Unand) Padang, dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY),” (kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.