Nesaci Principal Reading Challenge (NPRC) di SMP Negeri 1 Cigalontang Tasikmalaya

oleh -31 views
Nesaci Principal Reading Challenge (NPRC) di SMP Negeri 1 Cigalontang Tasikmalaya. (Asop Ahmad/siapbelajar)
Arrief Ramdhani
Nesaci Principal Reading Challenge (NPRC) di SMP Negeri 1 Cigalontang Tasikmalaya. (Asop Ahmad/siapbelajar)
Nesaci Principal Reading Challenge (NPRC) di SMP Negeri 1 Cigalontang Tasikmalaya. (Asop Ahmad/siapbelajar)

USAI melaksanakan sholat duha bersama, pada Jumat pertama di Bulan September 2016, seluruh siswa  SMP Negeri 1 Cigalontang mengikuti pembukaan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) atau West Java Leader’s Reading Challenge (WJLRC). Sebuah program unggulan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Australia Selatan

Program yang berlangsung selama sepuluh bulan itu akan diikuti 40 siswa terpilih, mereka dibagi menjadi delapan kelompok masing-masing dibimbing oleh satu guru, setiap siswa harus mampuh membaca dua buku selama dua minggu. Minggu ketiga dan keempat mempresentasikannya melalui teknik-teknik yang sudah ditentukan. Rencananya siswa yang berhasil membaca 24 buku selama sepuluh bulan itu akan mengikuti Jamnas Literasi Tingkat Jawa Barat

Menurut Asep Nurul Akbar M.Pd Wakasek Kesiswaan SMP Negeri 1 Cigalontang, kegiatan membaca bukan hal asing di sekolahnya, sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pelajar sudah terbiasa membaca buku selama lima belas menit, setiap minggunya siswa harus melaporkan isi buku yang dibaca secara tertulis pada wali kelasnya  dari hasil laporan yang terkumpul mereka akan membacanya kembali di hadapan seluruh guru dan siswa dalam kegiatan membaca masal selama 45 menit yang dilaksanakan di hari jumat pertama setiap bulannya

Selain WJLRC. SMP Negeri 1 Cigalontang pada hari yang sama, juga meresmikan Nesaci Principal Reading Challenge (NPRC) program tersebut diperuntukan bagi siswa yang tidak tergabung di WJRC, kegiatan NPRC, sambung Asep, merupakan kepedulian sekolah dalam menanmkan budaya baca terhadap seluruh siswa

“WJRC itu program gubernur untuk dijalankan oleh sekolah-sekolah tertentu di wilayah Jawa Barat, sedangkan NPRC merupakan agenda kepala sekolah yang harus dilaksanakan oleh seluruh siswa SMP Negeri 1 Cigalontang, terkecuali 40 orang siswa yang masuk kedalam program WJRC. Sistemnya sama” jelasnya

Adanya WJRC dan NPRC di SMP Negeri 1 Cigalontang disambut positif oleh siswa, salah satunya Amelia Putri (15) kelas VIII. Ia mengaku sangat tertantang, karena siswa dapat berlomba-lomba membaca buku dan merepresentasikan di hadapan seluruh guru juga siswa. Dari hasil interaksinya dengan buku, bulan lalu Amelia telah berhasil membuat tiga judul buku. Di antaranya “Narkoba Sayonara” merupakan hasil eksperimen sederhananya dengan seseorang yang pernah merasakan pahitnya hidup di bawah bayang-bayang barang haram tersebut. (Asop Ahmad/siapbelajar)