Negosiasi, Langkah Penting Mengajarkan Matematika dalam Kehidupan

oleh -105 views
Siswa kelas VI SDN 2 Sukaraja Ciamis, saat praktik pembelajaran ToT Modul 3 (USAID Prioritaskeun)
Arrief Ramdhani
Siswa kelas VI SDN 2 Sukaraja Ciamis, saat praktik pembelajaran ToT Modul 3 (USAID Prioritaskeun)
Siswa kelas VI SDN 2 Sukaraja Ciamis, saat praktik pembelajaran ToT Modul 3 (USAID Prioritaskeun)

LANGKAH keempat dalam pemodelan mengajar Matematika dalam Kehidupan adalah negosiasi. Pada tahap ini  guru dan siswa menyepakati kriteria rencana “Acara Perpisahan” yang baik. Sehingga seharusnya ada negosiasi antara guru dan siswa, misalnya untuk memastikan bahwa rencana memuat secara lengkap komponen yang diperlukan dan penggunaan dana yang  wajar.

“Kalian menuliskan pakaian adat dalam daftar kebutuhan pesta perpisahan. Apakah itu perlu?” Pertanyaan menantang ini diajukan Pak Basuki, Fasda Indramayu, kepada siswa kelas VI SDN 2 Sukaraja Ciamis, saat praktik pembelajaran ToT Modul 3 berlangsung.

banner 728x90

“Perlu, Pak,” jawab siswa kelompok Moh. Toha serempak.

Selanjutnya proses negosiasipun tergambar dalam percakapan berikut:

“Ku tahu yang ku mau, Pak,” jawab Ray Mujadid, sang ketua kelompok dengan santainya menirukan kalimat dalam iklan minuman ringan di televisi.

“Jadi bagaimana penjelasanmu?” tanya Pak Basuki lagi.

“Kami akan menampilkan beberapa tarian daerah, seperti tari Saman dari Aceh, tari Tor-tor dari Sumut, tari Merak dari Jawa Barat, tarian perang dari Papua, dan lain-lain.”

“Wah, banyak sekali tariannya. Apakah waktunya mencukupi?”

“Tarian itu ditampilkan secara medley, jadi nggak perlu banyak waktu,” Puji Yati, salah seorang anggota kelompok, memberikan penjelasan dengan bersemangat.

“Tarian medley itu maksudnya bagaimana? Maukah Puji menjelaskannya untuk Bapak dan teman-teman?”

“Medley itu artinya sambung-menyambung, Pak,” jawab Puji.

“Jadi maksudmu, semua tarian  ditampilkan sambung-menyambung?”

“Betul, sambung-menyambung tanpa berhenti dari awal sampai akhir,” jelas Puji.

“Betul, betul, betul!” sahut Ray, menirukan ucapan Upin-Ipin di sebuah film animasi asal Malaysia.

Apakah berarti ada satu paket tampilan tari yang isinya banyak tarian?” tanya Pak Basuki.

“Betul, Pak. Semacam gabungan tarian adat seluruh Nusantara,” kali ini Maulana yang menjawab.

“Menarik yang kalian sampaikan tadi. Sekarang coba diskusikan: berapa tarian yang akan ditampilkan, tarian apa saja, berapa harga sewa setiap pakaian, berapa stel pakaian yang dibutuhkan, apakah uangnya mencukupi atau tidak, dan seterusnya!” papar Pak Basuki.

“Siaap, Pak! Jawab semua anggota kelompok serempak. [PRIORITASkeun/SMD]