Nasib Guru Honorer di Kabupaten Bandung Terkatung-katung

Wednesday 10 December 2014 , 10:06 AM
Ilustrasi

Ilustrasi

RIBUAN guru honorer yang tidak lulus tes CPNS kategori dua tahun lalu di Kabupaten Bandung hingga kini nasibnya masih terkatung-katung. Belum ada kepastian dari pemerintah mengenai kejelasan status mereka selanjutnya.

Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer Sekolah Kabupaten Bandung Toto Ruhiyat mengungkapkan, sebanyak 1.032 guru honorer tidak lulus tes CPNS kategori dua tahun lalu. Hingga kini, mereka terus mempertanyakan kejelasan status mereka.

“Para guru honorer itu sudah mengajar antara 5-20 tahunan. Namun, status mereka masih saja honor. Belum ada kepastian kapan mau diangkat jadi CPNS,” ujarnya, Selasa (9/12/2014).

Toto menuturkan, pihaknya sudah beberapa kali mencoba mempertanyakan hal itu baik kepada pemerintah daerah maupun pusat. Terakhir, dia mendapatkan kabar dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi bahwa para honorer yang tidak lulus tes CPNS nantinya akan dilakukan tes ulang.

Opsi lainnya, kata Toto, para honorer yang tidak lolos tes CPNS tersebut akan diangkat secara bertahap dengan memprioritaskan passing grade dan masa kerja.

Opsi ini, menurut dia, lebih diharapkan oleh para honorer. “Sebab, kalau tes CPNS kembali, akan banyak potensi kecurangan dan manipulasi. Ini yang kami khawatirkan,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Toto, informasi tersebut belum disampaikan secara resmi kepada pemerintah daerah. Dia pun menunggu pernyataan secara tertulis untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Toto mengakui, kebijakan pengangkatan CPNS terhadap tenaga honorer saat ini menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun, dia berharap agar pemerintah daerah bisa melakukan berbagai langkah strategis agar kesejahteraan para guru honorer meningkat.

“Para guru honorer ini sangat membantu penyelenggaraan pendidikan, terutama di sekolah dasar di daerah pelosok. Namun, mereka hanya mendapatkan honor Rp 300.000-Rp 450.000. Bahkan, saat ini masih ada yang hanya mendapat Rp 150.000/bulan,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Agus Firman mengakui, keberadaan tenaga honorer sangat membantu kebutuhan guru di sejumlah sekolah.

Soalnya, saat ini masih banyak sekolah yang kekurangan guru PNS. “Untuk menutupi kekurangan guru PNS itu, keberadaan guru honorer sangat membantu. Jadi, kami tidak menutup mata soal itu,” ujarnya.

Saat ini, Agus mengungkapkan, ada sekitar 15.000 guru honorer di seluruh Kabupaten Bandung. Sementara guru PNS jumlahnya sebanyak 13.332 orang.

Meski demikian, Agus mengaku tak bisa berbuat banyak untuk membantu para guru honorer yang tak lulus CPNS kemarin. Soalnya, hal itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Kewenangan kami hanya melakukan pendataan dan verifikasi. Soal pengangkatan dan kuota CPNS, itu ada di ranah pemerintah pusat,” ucapnya.(pikiran-rakyat.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.