Nadiem Makarim Sebut Kemendikbud Siapkan Tunjangan 3 Bulan Berturut-turut untuk Guru Terdampak Banjir 2020

Tuesday 07 January 2020 , 8:11 AM

Ilustrasi

MENTERI  Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan para guru terdampak banjir 2020 ini, bisa menerima tunjangan signifikan.

Selain banjir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga menyediakan tunjangan tiga bulan berturut-turut untuk guru terdampak bencana.

Itu diungkapkan Nadiem Makarim di sela penyaluran bantuan untuk para siswa yang belajar di tenda darurat, SDN 02 Cirimekar Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin, 6 Januari 2020.

Di samping memberikan bantuan untuk siswa, menurutnya Kemendikbud juga akan menyiapkan bantuan untuk para guru terdampak bencana.

Yakni, seperti disitat dari Kantor Berita Antara, berupa tunjangan yang signifikan selama tiga bulan berturut-turut.

“Karena menurut kami kesejahteraan guru sangat penting, dan pada saat ini masa transisi yang sangat sulit. Pada saat ini saya belum bisa bilang angkanya, tapi akan berupa tunjangan yang signifikan bagi para guru,” kata Nadiem.

Mengenai beberapa program bantuan yang dilakukan Kemendikbud, pihaknya berkoordinasi terus dengan pihak-pihak pemerintah provinsi juga pusat.

Termasuk katanya, dalam menyalurkan bantuan ke masyarakat yang terdampak bencana banjir.

Beberapa bantuan yang ia salurkan seperti 100 paket sekolah berisi seragam sekolah, dan alat tulis, satu unit tenda kelas darurat, 600 eksemplar buku modul belajar mandiri, serta 150 eksemplar buku materi esensial.

“Jadi adik-adik enggak ketinggalan pelajaran. Selain itu 1.800 eksemplar buku cerita juga buku lainnya, agar cinta kepada membaca terus terjalin. Juga ada sembako,” tuturnya.

Ia mengaku belum mendata jumlah keseluruhan sekolah yang rusak akibat bencana.

Namun Nadiem mengaku siap berkoordinasi dengan lintas kementerian dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk merenovasi sekolah yang terdampak bencana.

Sebanyak 210 siswa SDN Cirimekar 02 Cibinong, belajar di tenda darurat.

Kepala sekolah Siti Choiriah mengatakan, para siswa kelas satu sampai kelas enam ini terpaksa belajar di tenda sebelum menumpang di bangunan sekolah lain.

“Untuk esok dan kelanjutannya kita akan menumpang di salah satu sekolah terdekat di sini, SDN Cirimekar 01,” kata Kepala sekolah SDN Cirimekar 02, Siti Choiriah.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.