TASIKMALAYA — Sebagai upaya membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba sejak dini, SMKN 2 Tasikmalaya menghadirkan penyuluhan khusus dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 17 Juli 2025, di lapangan sekolah dan diikuti oleh 1.056 siswa kelas X.
Pihak sekolah menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Gerakan Anti Narkotika Nusantara Amartha (GANNA) Kota Tasikmalaya untuk memberikan edukasi langsung kepada para peserta didik. Penyuluhan ini tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga memperkuat nilai-nilai karakter dan kewaspadaan terhadap ancaman serius seperti penyalahgunaan narkoba.
Dalam penyampaiannya, pemateri dari BNN, Novian, menjelaskan bahwa generasi muda menjadi target utama jaringan peredaran narkoba karena dinilai mudah dipengaruhi dan kurang memiliki ketahanan diri. Oleh karena itu, edukasi sejak dini menjadi sangat krusial.
“Narkoba bisa masuk melalui berbagai cara. Kuncinya adalah memiliki prinsip dan keteguhan hati sebagai pelajar. Kami bersama pihak sekolah berkomitmen untuk mencegah hal ini sejak awal,” ungkap Novian.
Ia juga menjelaskan berbagai jenis narkoba, modus peredarannya, serta dampak jangka pendek dan jangka panjang, baik secara fisik, psikis, maupun sosial. Melalui pendekatan yang interaktif, para siswa diajak untuk mengenali dan menolak narkoba, membangun lingkungan pergaulan yang sehat, dan menjauhi pengaruh negatif.
Kegiatan berlangsung dalam suasana yang aktif dan antusias. Para siswa terlihat bersemangat dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pandangan tentang isu remaja seperti bullying dan tekanan sosial.
Kepala SMKN 2 Tasikmalaya, Anton Susanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pembinaan karakter menjadi bagian penting dari pendidikan di sekolah vokasi.
“Kami tidak ingin siswa hanya unggul dalam keterampilan, tapi juga kuat secara mental dan moral. Sekolah harus menjadi benteng pertama dalam upaya pencegahan narkoba,” tegasnya.
Anton menambahkan, kerjasama dengan BNN dan GANNA menjadi langkah strategis dalam menghadirkan edukasi nyata bagi siswa. Penyuluhan langsung dari para ahli diharapkan mampu memberi kesadaran dan keteguhan bagi para siswa dalam menghadapi godaan narkoba.
Senada dengan itu, Ketua DPD GANNA Kota Tasikmalaya, Dr. Riantin Hikmah Widi, Ir., M.Si., menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memerangi penyebaran narkoba yang semakin masif.
“Masalah narkoba tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja. Keterlibatan sekolah seperti SMKN 2 Tasikmalaya sangat berarti dalam mendorong pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan siswa akan bahaya laten narkotika sekaligus memupuk semangat mereka untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar.
Oleh: Udan Muhdiana
Tidak ada komentar