MOS Itu Perlu!

oleh -6 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

SERING kali Masa Orientasi Siswa (MOS) membuat para siswa baru ketakutan mengingat banyaknya peristiwa negatif yang terjadi ketika ajang tersebut. Terkadang, para senior melupakan makna MOS sesungguhnya dan menjadikan kegiatan tersebut untuk pamer aksi kekuasaan.
Lantas, masih perlukah MOS? Salah seorang siswa kelas XII SMAN 38 Jakarta Selatan, yakni Novi Tri Jayanti menolak jika MOS justru dijadikan ajang untuk pamer senioritas kepada para anak baru.

“MOS bukan ajang untuk unjuk senioritas. Harusnya sesuai dengan singkatannya, yaitu Masa Orientasi Siswa, bukan dijadikan ajang seperti itu. Walaupun biasanya senioritas muncul sesudah MOS,” ungkap Novi ketika berbincang dengan Okezone, Selasa (16/7/2013).

Oleh karena itu, lanjutnya, MOS harusnya dibuat menyenangkan bukan sekadar mendapatkan omelan dari kakak kelas. Sebab, MOS hendaknya menjadi tempat untuk saling mengenal baik dengan teman-teman satu angkatan maupun dengan senior.

“Kalau MOS nya bersifat seru ya perlu biar saling kenal dengan teman-teman baru. Tapi kalau hanya harus diomelin kakak kelas ya enggak. Masa baru masuk sudah diomelin, seperti militer saja,” candanya.

Keberadaan MOS juga dianggap penting oleh siswa kelas X SMA Asisi Jakarta, Nathaniel Christiansen. Lewat MOS, kata Nathan, siswa baru bisa belajar mengenal kakak kelas dan sebaliknya, kakak kelas belajar ngemong adiknya. Sehingga, sesulit apapun tantangannya harus tetap dinikmati.

“Kami kan habis pisah dari teman-teman SMP dan masuk ke tingkatan baru dengan teman-teman yang baru. Jadi, MOS berguna untuk saling mengenal satu sama yang lain, baik kakak kelas dan teman seangkatan. Biar kami bisa merasa relax,” kata Nathan.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.