Mobil Bambu Politeknik TEDC Siap ke Manila

oleh -14 views
ilustrasi
Arrief Ramdhani
Mobil Bambu Politeknik TEDC
Mobil Bambu Politeknik TEDC

MAHASISWA Poltek Technology Education Development Center (TEDC) Bandung berhasil membuat mobil hemat energi dengan bodi bambu. Mobil berbahan bakar batere lithium ini lebih hemat energi dan ringan.

Mobil bambu bertenaga listrik itu unik, dan para penciptanya menyebut sebagai mobil masa depan. Mobil memiliki panjang 2,7 m dan lebarnya 85 cm dan tinggi 75 cm. Beratnya hanya sekitar 20 kg saja, namun kecepatannya mampu menempuh 200 km/jam.

Namun untuk menjaga keamanan, para mahasiswa kreatif yang pernah mengikuti lomba mobil irit tingkat Asia di Philipina ini mendesaign mobil agar kecepatan maksimal 40 km/jam saja.

Bentuknya memang spesial, mobil ini di design seperti kapsul. Bamper mobil lancip seperti pesawat. Sementara roda mobil mirip becak, dua roda di depan lengkap dengan sistem untuk mengatur arah. Sementara satu roda di belakang ukuran besar untuk menjaga keseimbangan.

Stir mobil ini mirip bajaj, sementara driver atau pengendaranya bisa menikmati mobil ini dengan posisi setengah tidur, mirip seperti pembalap Formula 1 atau sedang menikmati permainan video game. Sisanya mulai dari kursi, roda, rem dan lainnya seperti mobil biasa.

Adalah Gusti Ramadani, mahasiswa TEDC yang bertugas menjadi manager team yang beranggotakan sekitar 10 orang. Dia membeberkan bahan bodi mobil dari rangka bambu bukan tanpa alasan. Struktur bambu yang ringan dan kuat menjadikan mobil ini mampu melaju tanpa terbebani bodi yang berat seperti pada umumnya mobil berbahan dasar raisin dan fiberglas.

“Melimpahnya pohon bambu di Indonesia menjadi ide bagi kami untuk mengolahnya menjadi kendaraan. Walaupun masih dalam tahap penyempurnaan, namun kami yakin, berbekal ide dan kreativitas, suatu saat konsep mobil ini akan menyempurnakan mobil hemat energi yang diperlukan bangsa kita,” beber Gusti, saat ditemui INILAH di kampusnya, Jalan Ciawi Tali Kota Cimahi, Minggu (27/4/2014).

Diterangkannya lebih lanjut, untuk membuat mobil ini, dibutuhkan 5 hingga 10 bambu batang bambu dengan lama pembuatan sekitar 4 hari. Waktu 4 hari itu untuk merangkai bodi mobil, sementara untuk rangkaiannya diperlukan waktu sekitar 1-2 hari saja.

“Rangka mobil ini terbuat dari jenis bambu hitam, yang kuat dan ringan. Mobil ini juga dilapisi rotan sebagai pengikat sambungan bambu. Untuk memacu mobil ini digunakan tenaga baterai litihium yang harus dicharge selama 2 jam untuk penggunaan mobil selama 1 jam,” ujarnya.

Untuk sistem kontrol mobil ini menggunakan joystick elektrik, layaknya mobil mainan ataupun permainan video game. Hebatnya, mobil ini dilengkapi sistem elecktronik sensor, sensor jarak, sensor kecepatan, sensor safety dan sensor kemiringan.

“Kita membuat kendaraan ini, bagaimana mobil bisa digunakan oleh masyarakat dengan aman untuk keselamatan pengemudi dan kenyamanan. Sensor kita memiliki sensor efisiensi energi yang kita terapkan pada kendaraan ini, mulai dari sensor kecepatan dan pengaturan motor, serta sensor jarak. Aplikasi ini semoga bisa menjadi kelebihan agar mobil ini bermanfaat bagi bangsa,” terangnya.

Sementara itu, dosen pembimbing para mahasiswa ini Chrestian Mamesah,Dip.Ed ,M.pd. mengaku bangga dengan mahasiswanya yang mampu menginspirasi orang. Dia berharap, para mahasiswa di manapun, tak hanya di kampus bisa terus mengembangkan inovasi.

Diharapkannya, mobil irit energi ini bisa menjadi pemenang dalam ajang lomba mobil hemat energi di tingkat Asia di Manila November mendatang. “Banyak sekali sumber daya Indonesia yang kurang dimanfaatkan, para mahasiswa harus terus berkarya dan berp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.