Miskonsepsi Pengembangan Kompetensi Pendidik Harus Diubah

oleh -9 views
Ilustrasi (sditizzis.blogspot.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (sditizzis.blogspot.com)
Ilustrasi (sditizzis.blogspot.com)

TIDAK efektifnya metode pengembangan kompetensi pendidik selama ini terjadi karena kesalahan pemahaman konsep. Asumsi peningkatan kapasitas pendidik harus dilakukan secara individual adalah hambatan yang membuat metode pengembangan kompetensi yang dilakukan selama ini tidak efektif.

Penggagas komunitas guru belajar Najeela Shihab menuturkan, setidaknya terdapat tiga miskonsepsi terhadap pengembangan kompetensi pendidik yakni konsep bahwa guru malas untuk belajar, pengembangan kompetensi harus belajar dari ahli, dan penyamarataan pengembangan inovasi praktik belajar yang baik.

”Konsep bahwa banyak guru yang malas untuk belajar itu salah. Guru sebenarnya semangat untuk belajar dan mengembangkan diri. Namun seringkali mereka tidak memiliki wadah untuk saling berbagi dan belajar untuk mendapatkan pengalaman baru,” ujarnya di Jakarta, Selasa 25 Oktober 2016.

Berbagai miskonsepsi tersebut, menurut dia, perlu dilawan dengan lebih banyak forum-forum diskusi bagi pendidik. Tidak hanya guru namun semua pihak yang memiliki peran sebagai pendidik karena pendidik tidak hanya diartikan sebagai guru tetapi juga semua pihak yang berperan dalam pendidik baik organisasi pendidikan, komunitas pedidikan, dan lainnya.

Salah satunya adalah melalui Temu Pendidik Nusantara 2016. Ajang yang akan berlangsung pada 28-29 Oktober 2016 itu merupakan konferensi pendidikan berskala nasional.

Ajang yang telah digelar untuk ketiga kalinya itu menjadi wadah berkumpul, belajar, serta berjejaring bagi para pendidik yang meliputi guru, pemimpin sekolah, pemerhati bidang pendidikan, orangtua, dan juga penggerak pendidikan di daerah.

Menurut Najeela, ajang tersebut juga menjadi kesempatan semua pendidik untuk bertemu dan membuat kolaborasi.

“Memajukan pendidikan adalah tanggung jawab semua elemen dalam masyarakat, pusat maupun daerah, sekolah maupun keluarga. Temu Pendidik Nusantara melibatkan ribuan guru dari berbagai daerah dan menampilkan contoh praktik cerdas serta menghasilkan inisiatif baru yang memberikan implikasi luas dalam dunia pendidikan,” katanya.(pikiran-rakyat.com)