“Miskin Jangan Jadi Halangan untuk Bersekolah”

Tuesday 13 August 2013 , 0:35 AM
Ilustrasi (riaureportase.com)

Ilustrasi (riaureportase.com)

PEMERINTAH Kota Depok menggulirkan program 20 persen kuota siswa miskin harus diterima di setiap sekolah negeri di semua jenjang, baik SD, SMP, dan SMA. Selain memakai bukti kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), siswa juga diperkenankan untuk menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dengan melewati tahap survei.
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menegaskan, kemiskinan jangan dijadikan alasan sehingga anak kehilangan hak untuk memperoleh pendidikan. Dia mengklaim, program tersebut juga bisa memutus siswa rawan dropped out atau putus sekolah.

“Program ini merupakan bukti kesungguhan menjalankan amanah pendidikan nasional. Saya mengapresiasi Dinas Pendidikan karena menjadi yang pertama kali mengimplementasikan kebijakan pemerintah pusat untuk mengakomodasi seluruh siswa miskin negeri,” ujar Nur Mahmudi kepada wartawan di Balaikota Depok, Senin (12/08/2013).

Nur Mahmudi juga memaparkan, banyak orangtua ribu dan mengeluhkan kesempatan sekolah bagi anak miskin. Misalnya, ada siswa yang nilainya kecil, tapi bisa masuk sekolah negeri. Menurut Nur Mahmudi, para siswa yang meraih nilai kecil tersebut tetap lolos di sekolah negeri sebab berasal dari keluarga miskin. Sebab, kata dia, siswa miskin yang meraih nilai kecil memang tidak memiliki kesempatan seperti siswa mampu, tertutama dalam pemenuhan gizi dan fasilitas.

“Sekolah negeri kami sesuaikan dengan prinsip ‘education for all‘, karena itulah para pendidiknya harus terus dikembangkan. Ini pun menjadi tantangan buat kami. Apa mereka yang lolos dengan program siswa miskin dimasukan jadi satu dengan siswa mampu dengan nilai besar, atau dipisahkan. Ini tinggal bagaimana teknisnya saja,” ujarnya.

Nur Mahmudi menambahkan, anak-anak yang belum beruntung harus mendapat fasilitas pendidikan. Sementara siswa dari keluarga mampu, lanjutnya, juga harus mendapat peningkatan atau upgrading.

“Kebijakan yang digulirkan disdik, harus disikapi lebih positif. Kami mengakomodasi siswa miskin, agar tak ada lagi siswa yang beralasan tak sekolah karena miskin,” tandasnya.

Saat ditemui di Balaikota, salah satu Ketua RW di Kelurahan Sukamaju, Tapos, Depok, Muslim menuturkan, di lingkungannya ada lima anak usia sekolah yang enggan bersekolah. Menanggapi hal itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila akan menyambangi lokasi tersebut pada 17 Agustus mendatang untuk mengajak anak-anak tersebut bersekolah.(kampus.okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.