Merancang Program Pengembangan Keprofesian Guru

oleh -2 views
Kepala dinas pendidikan Sidoarjo, Drs. Musta’in memberi testimoni.(prioritaspendidiakan.org)
Arrief Ramdhani
Kepala dinas pendidikan Sidoarjo, Drs. Musta’in memberi testimoni.(prioritaspendidiakan.org)
Kepala dinas pendidikan Sidoarjo, Drs. Musta’in memberi testimoni.(prioritaspendidiakan.org)

USAID PRIORITAS melatih 93 fasilitator dari 8 provinsi mitra untuk membantu meningkatkan kapasitas kabupaten/kota dalam penyusunan rencana strategis pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) guru. “Kami memfasilitasi cara menganalisis kebutuhan pelatihan guru secara komprehensif dengan memanfaatkan data pokok pendidikan,” kata penasehat tata kelola dan manajemen pendidikan USAID PRIORITAS Mark Heyward di Yogyakarta (3/6).

Dalam merencanakan pelatihan yang komprehensif diperlukan informasi jumlah guru yang perlu dilatih, jenis pelatihan yang diprioritaskan, harga satuan pelatihan, besar dan sumber pendanaan yang tersedia, serta sumberdaya pelatihan lainnya. Produk akhirnya adalah setiap guru mendapatkan pelatihan sesuai dengan kebutuhan, baik untuk jenjang karir maupun untuk meningkatkan kompetensinya. “Kami harapkan dengan regulasi dan perencanaan PKB yang dilatihkan oleh USAID PRIORITAS, tidak ada lagi guru yang berhenti jenjang karirnya. Selain itu, setiap peningkatan karier guru, akan bertambah pula kompetensinya,” kata Dian Wahyuni Kepala Bidang Pengembangan Profesi Pendidikan Dasar Pusbangprodik, Kemendikbud yang menjadi narasumber.

banner 728x90

Dalam lokakarya 3 hari tersebut (3-5/6), Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo, Drs Musta’in, juga berbagi tentang strateginya dalam meningkatkan mutu guru di daerahnya. Musta’in menyebutkan dukungan Pemerintah Daerah Sidoarjo setiap tahun untuk peningkatan kompetensi guru mencapai 5 miliar. “Bupati juga mengeluarkan aturan agar guru menyisihkan 5% dari tunjangan profesi pendidik (TPP) untuk kepentingan peningkatan kompetensi. Kami juga mendorong diseminasi modul-modul USAID PRIORITAS untuk dikembangkan di setiap gugus,” ungkap Musta’in. (prioritaspendidikan.org)