Merajut Kearifan Budaya Daerah untuk Kebaikan Bangsa

oleh -47 views
Refleksi Kebangsaan Akhir Tahun 2020 akan digelar di Hotel Sutan Raja, Soreang Kabupaten Bandung, Jawa Barat Minggu (27/12).

KONGRES SUNDA sebagai wadah diskursus untuk memperjuangkan kepentingan strategis warga dan lemah cai Tatar Sunda berkontribusi pada kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para pahlawan nasional dari Tatar Pasundan terlibat aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan, mempertahankan negara proklamasi 17 Agustus 1945, menjaga persatuan dan kesatuan nasional serta mengisi pintu gerbang kemerdekaan dengan komitmen suci untukmencerdaskan kehidupan bangsa memperjuangkan kemakmuran bersama berdasarkan keadilan dan tata kelola pemerintah yang baik.

Sebagaimana kiprah para pendahulu baik yang telah meninggal seperti Oto Iskandar Di Nata, Rd. Dewi Sartika, Mr. Iwa Koesoema Soematri, RAA Wiranatakusumah, Ir.H. Djuanda Kartawijaya, Letjen (Purn) Didi Kartasasmita, Kol (purn) Eddie Soekardi, Letjen (purn)Ahmad Wirnatakusumah , Laksamana (purn) RE Martadinata, Letjen Marn (Purn) Ali Sadikin dan yang masih hidup sepuh Prof Dr Moechtar Koesoemaatmadja dan Letjen (purn) Solihin Gautama Purwanegara, mereka adalah contoh contoh teladan karakter Cinta Bangsa dan Negara. Tanpa kecuali semuanya diabdikan untuk kebaikan negeri,membela rakyat melindungi Tanah Air.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Dalam kaitan itu acara Refleksi Kebangsaan Akhir Tahun 2020 “Merajut Komitmen Berkearifan Budaya Daerah Untuk Kebaikan Bangsa Dalam Bingkai NKRI”akan digelar di Soreang Kabupaten Bandung, Jawa Barat Minggu (27/12/20). Acara itu mengundang tokoh tokoh Kebangsaan dari berbagai suku bangsa di Indonesia. Mereka yang akan menjadi pembicara adalah Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPD RI  (1) Ir. AA La Nyalla Mahmud Mattalitti (Ketua DPD RI) (2) Prof Dr H.Jimly Asshiddiqie, SH (Anggota DPD RI dari DKI Jakarta) sebagai pembicara dan sebagai penanggap (3) Sultan Bachtiar Najamudin, S.IP,Msi (Wakil Ketua DPD RI, juga anggota DPD RI Propinsi Bengkulu), (4) H. Fachrul Razi, M.IP (Anggota DPD RI Propinsi Aceh), (5)Dr. H. Aliman Sori, SH, M,Hum, MM (Anggota DPD RI Propinsi Sumatera Barat),(6) Gusti Kandjeng Ratu Hemas (Anggota DPD RI Propinsi DIY), (7) Anak Agung Gde Agung, SH (Anggota DPD RI Propinsi Bali), (8) Dr. Filep Wamafna, SH. M.hum (Anggota DPD RI Propinsi Papua Barat), disisi tuan rumah hadir (9) Dra. Hj. Eni Sumarni, Mkes (Anggota DPD RI Propinsi Jawa Barat) dan Pemikir Kebangsaan dan Kenegaraan Yudi Latif,PhD.

Acara ini merupakan refleksi kebangsaan yang lengkap secara reprentasi dan kuat secara pesan substansi bagi kebaikan bangsa yang tengah menghadapi tantangan besar Pandemi Global, Resesi Global dan dinamika sosial politik yang panas yang secara riil akan kita hadapi juga di tahun 2021. Di akhir acara akan dilakukan juga tanggapan publik dari sekitar 130 tokoh Jawa Barat dan Nasional yang berencana hadir ditambah ratusan perserta lainnya. Mereka itu antara lain Ir. Sarwono Kusumaatmadja, Irjen (Purn) Ronnie F. Sompie(Tokoh Minahasa), Prof Dr M.Uhaib (Tokoh Kalimantan Timur), H. Lalu Putria S.Pd, M.Pd Datu Silendeng Lombok (Ketua FSKN NTB), dan Prof Dr Ir. Kadarsah Suryadi.

Selain itu  Erry Riyana Harjapamekas(Mantan Wakil Ketua KPK) karena salah satu masalah krusial bangsa ini adalah Korupsi yang masih merajalela,padahal di dalam kondisi negara sedang dalam masalah besar semua pejabat negara harus bersih,profesional dan bersedia berkorban lebih dengan pikiran dan tenaganya agar negeri ini mampu melewati jalan gelap kelabu menuju jalan cahaya dan harapan di masa depan.

Sunda Mulya Nusantara Jaya

Visi Kongres Sunda ini yakni “ Sunda Mulya Nusantara Jaya”. Sesuai Cita Cita Oto Iskandar Di Nata dan Ir. Djuanda Kartawijaya pada Hari Bersejarah yang sering dilupakan oleh para pemimpin negeri ini yaitu kelanjutan perjuangan Proklamasi 17 Agustus 1945, Perjuangan Revolusi Fisik (Militer) dan Diplomasi 1945-1949 dan kemenangan terakhir Perjuangan Fisik (Militer) dan Diplomasi yaitu dilakukannya Perundingan Konferensi Meja Bundar di Den Haag Belanda 27 Desember 1949. KMB ini memberikan pengakuan “De Jure” kepada Negara Proklamasi 17 Agustus 1945 secara internasional dan diakui sebagai negara bebas merdeka berdaulat di antara bangsa bangsa dan berhak menjadi anggota Perserikatan Bangsa Bangsa.

Semua tokoh bangsa penerus kemerdekaan Indonesia diajak untuk Berrefleksi sejenak melihat kebelakang setelah 75 tahun Indonesia Merdeka. Sekaligus melakukan proyeksi, akan seperti apakah NKRI di usianya yang ke-100 pada tahun 2045 sebagaimana banyak diungkapkan oleh para pemimpin negeri dan penyelenggara negara dari rezim ke rezim pemerintahan. Bangsa yang besar menurut guru bangsa HOS Cokroaminoto adalah bangsa yang jiwanya besar. Dan itu tentu berbasis pada budayanya yang tangguh dan unggul membentuk masyarakat dan para pemimpinnya,juga kehidupan beragamanya yang memberikan rahmat tidak saja kepada rakyat juga kepada alam kehidupannya. Dipimpin oleh para pemimpinbangsa negara yang visioner, profesional dan berintegritas dengan loyalitas tunggal kepada negara serta kemaslahatan umum.

Itulah rangkaian acara diskursus Kongres Sunda pada tahun 2020 di akhiri dengan dua acara penting yaitu Peringatan Hari Nusantarake-XX dengan mengambil tema “Reaktualisasi Pemikiran Kebangsaan dan Kenegaraan PM NKRI dari Pasundan Ir. H. Djuanda Kartawijaya dan melakukan Refleksi Kebangsaan beserta tokoh tokoh suku bangsa se Nusantara. Semoga prakarsa ini menjadi pedar sinar cahaya bagi bangsa negara ke depan untuk menghadapi tantangan berbangsa dan bernegara yang penuh badai dan ombak tinggi. Ini tentu memerlukan para nakhoda piawai, tangguh,bermental baja dan punya pertimbangan sasmita dan waskita.

Kongres Sunda sendiri tidak bisa dilaksanakan pada tahun 2020,karena kondisi Pandemi tidak dimungkinkan untuk mengundang banyak pemangku kepentingan untuk bermusyawarah yang harapannya dibuka oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo dan ditutup oleh Wakil Presiden RI KH. Maruf Amin. Kongres akan dilaksanakan pada tahun 2021 yang secara obyektif mungkin dilaksanakan sebelum 17 Agustus 2021 atau bahkan mungkin memasuki September-November 2021. Kita mendoakan dan sama sama bersinergis untuk memperjuangkan agar Pandemi Covid-19 ini dapat segera terkendali dengan adanya vaksin yang tepat untuk warga negara. Ekonomi Indonesia yang  tengah mengalami resesi, mampu menuju arah yang paling rasional, atau bahkan melakukan lompatan jauh ke depan.