Menyiram Ghirah Keilmuan

oleh -172 views
Penulis: Husni Aziz M. Mubarok, M.Pd Dosen IAIC - Aktivis MDS Rijalul Ansor Kab. Tasikmalaya

SIAPBELAJAR.COM – Allah ‘azza wa jalla menegaskan dengan kalam-Nya akan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada orang-orang yang meraih prestasi dalam bidang keimanan dan keilmuan.

Ilmu adalah nilai yang menjadikan seseorang berharga.

Konon ketika itu Allah SWT menawarkan tiga pilihan kepada Nabi Sulaiman antara harta, tahta atau ilmu mana yang mau dipilih? dengan yakin Nabi Sulaiman memilih ilmu.

Ternyata dua hal yang tidak dia pilih dapat dia dapatkan dengan ilmu yaitu harta dan tahta.

Hingga sampai saat ini kita belum mendengar makhluk lain yang pencapaian kekayaan dan kejayaannya melebihi Sulaiman sang Nabi Allah.

Saat itu malaikat terlihat seperti tidak terima ketika Allah mengumumkan bahwa penerima mandat (khalifah fil ardi) adalah Adam, makhluk berdimensi Manusia.

Dia tertuduh menjadi makhluk yang nantinya justru akan membuat kerusakan dan menimbulkan pertumpahan darah di muka bumi.

Sampai-sampai malaikat terlihat mengajukan diri sendiri dengan menunjukan keunggulannya bahwa mereka adalah makhluk yang tak akan berhenti men”tasbih”kan dan mensucikan Allah SWT.

Allahlah Dzat yang Maha Mengetahui tentang segala hikmah yang terkandung dalam proses dan tujuan penciptaan alam semesta termasuk penetapan Manusia sebagai penerima mandat (khalifah fil ardi).

Kemudian Allah SWT menitipkan ilmu pengetahuan tentang segala hal kepada Adam yang secara langsung menjadi keunggulannya dibanding malaikat sehingga malaikat menyadari keistimewaan makhluk bernama Manusia karena ilmu yang diberikan Allah kepadanya.

Sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang Dia ciptakan dan Maha Bijaksana dalam setiap apa yang Dia putuskan dan tetapkan.

Keistimewaan Orang Berilmu

Perjalanan menuntut ilmu dijadikan sebagai alternatif yang ditawarkan Nabi Muhammad SAW jika kita menginginkan perjalanan mudah menuju surga.

“Barang siapa yang menempuh perjalanan menuntut ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga” (HR. Muslim)

Ini menunjukan begitu agungnya ilmu sehingga bisa menjadi alat untuk mempermudah mendapatkan surga, tempat yang begitu mahal dan menjadi dambaan setiap Umat Manusia.

Rosulullah SAW juga mengemukakan keunggulan orang berilmu dibanding orang yang hanya ahli ibadah bagaikan bulan dan bintang-bintang.

Satu ketika Rasulullah melihat Iblis di dekat pintu masjid.

Rasulullah bertanya “Wahai Iblis apa yang sedang kamu lakukan?”

Iblis menjawab: “Aku bermaksud memasuki masjid untuk merusak shalatnya orang itu, tapi aku tidak berani masuk karena takut dengan orang yang sedang tidur disana”

Kemudian Rasulullah bertanya kembali: “Wahai Iblis kenapa yang kamu takuti orang yang sedang tidur, bukan orang yang sedang beribadah shalat?”

Iblis menjawab: “Wahai Rasulullah orang yang sedang shalat itu orang yang bodoh tidak banyak tahu bagaimana seharusnya beribadah sedangkan orang yang sedang tidur dia orang alim yang memiliki keluasan ilmu. Aku lebih khawatir padanya”

Sesungguhnya orang-orang berilmulah para penerima tugas lanjutan risalah kenabian.

Para nabi tidak mewariskan harta benda dan bentuk-bentuk materi lainnya, yang mereka wariskan adalah ilmu.

Siapa orang yang mengambilnya sungguh merekalah orang-orang yang beruntung.

Penulis: Husni Aziz M. Mubarok, M.Pd Dosen IAIC – Aktivis MDS Rijalul Ansor Kab. Tasikmalaya