Menyiapkan Sekolah Praktik yang Baik

oleh -12 views
Peserta studi visit dari Aceh mengamati proses pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan saintifik di SDN Rajamandalakulon 2 Cipatat Jawa Barat. Copy n Win at: https://bit.ly/copyandwin.(prioritaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
Peserta studi visit dari Aceh mengamati proses pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan saintifik di SDN Rajamandalakulon 2 Cipatat Jawa Barat. Copy n Win at: https://bit.ly/copyandwin.(prioritaspendidikan.org)
Peserta studi visit dari Aceh mengamati proses pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan saintifik di SDN Rajamandalakulon 2 Cipatat Jawa Barat.
(prioritaspendidikan.org)

UNTUK mengembangkan sekolah rujukan yang berhasil dalam menerapkan pembelajaran dan manajemen sekolah, USAID PRIORITAS memfasilitasi satu sekolah di tingkat SD, MI, SMP, dan MTs di setiap kabupaten/kota mitra menjadi sekolah praktik yang baik (SPB) atau good practice school. Sekolah praktik yang baik adalah sekolah yang dirancang dan dikembangkan menjadi sekolah yang dapat menjadi contoh baik dari segi pembelajaran dan manajemen sekolah.

”Sebagai tahap awal, kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan kabupaten/kota mitra difasilitasi melakukan studi visit untuk saling belajar ke sekolah dan madrasah praktik yang baik lintas provinsi,” tutur Stuart Weston Direktur Program USAID PRIORITAS. Dari studi visit ini, mereka akan membuat rencana implementasi hasil studi visit di sekolahnya. Kemudian kepala sekolah dan seluruh guru akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara khusus dalam menerapkan pembelajaran dan manajemen sekolah yang baik.

Pelatihan tersebut akan difasilitasi oleh para dosen dari 16 LPTK mitra USAID PRIORITAS. ”Pelibatan para dosen LPTK agar mereka menjadi lebih dekat dengan sekolah, dan sekolah praktik yang baik dapat menjadi sekolah tempat praktik mengajar mahasiswa,” kata Lynne Hill Penasehat Pembelajaran USAID PRIORITAS. Pemilihan dan seleksi SPB ini dilakukan oleh tim dosen LPTK yang selama ini terlibat dalam program USAID PRIORITAS. Ada lima aspek yang menjadi kriteria seleksi, yaitu kegiatan siswa menunjukkan pembelajaran aktif, guru dalam mengajar menerapkan pendekatan pembelajaran aktif, kepemimpinan sekolah mendukung keberhasilan pembelajaran, manajemen sekolah dijalankan secara akuntabel dan terbuka, serta peran serta masyarakat yang terlibat aktif dalam proses pendidikan di sekolah.

Perwakilan SPB yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan komite sekolah juga mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi beberapa sekolah mitra USAID PRIORITAS. Termasuk perwakilan pengawas, dinas pendidikan, dan kemenag. Komite MTsN 2 Medan, Dr. Burhanudin yang berkunjung ke SMPN 8 Purworejo dan MI Al-Fatah Banjarnegara, Jawa Tengah terkesan dengan keterbukaan pengelolaan keuangan di sekolah yang dikunjunginya. ”Yang mengesankan, PSM terlibat aktif untuk mencapai 8 standar nasional pendidikan di sekolah,” katanya. Prof. Dr. Abdul Hamid dosen  Universitas Negeri Medan yang ikut dalam rombongan juga terkesan dengan pembelajaran kelas berpindah (moving class) yang dapat efektif dilaksanakan SMPN 19 Purworejo.(prioritaspendidikan.org)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.