Menteri: 6.500 sekolah siap terapkan kurikulum 2013

oleh -1 views
Ilustrasi (sdn023muarosentajo.blogspot.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (sdn023muarosentajo.blogspot.com)
Ilustrasi (sdn023muarosentajo.blogspot.com)

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan 6.500 sekolah telah siap mengimplementasikan kurikulum 2013 tahun ajaran 2013-2014 pada 15 Juli mendatang.
“InsyaAllah 6.500 sudah siap dan 15 Juli sudah mulai diterapkan (kurikulum 2013) secara bertahap,” kata Nuh di sela-sela melakukan pengecekan kesiapan penerapan kurikulum 2013 di beberapa sekolah di Yogyakarta, Minggu.

Ia mengatakan dari 6.500 sekolah, kurikulum baru tersebut untuk awal tahun ajaran baru ini akan diterapkan di jenjang SD kelas 1 dan empat, SMP kelas VII, serta SMA/SMK kelas X.

Menurut Nuh, secara umum guru-guru sekolah yang telah diberikan pelatihan mengaku telah siap menerapkan kurikulum 2013. Sehingga, ia optimistis materi kurikulum tersebut dapat diajarkan.

“Yang penting siap dulu. Tadi saya tanya guru-guru semua sudah siap. Tentunya harus siap dan bisa, karena di samping sudah dilatih, mereka kan telah terbiasa mengajar,”katanya.

Ia memang mengakui belum dapat melakukan pelatihan secara serentak kepada seluruh guru sekolah. Namun menurut dia, semua akan mendapatkan pelatihan mengikuti tahapan yang telah ditentukan.

“Kalau ada yang bingung menjalankan kurikulum karena belum dilatih. Ya memang karena belum saatnya kami latih. Jadi nanti ada gelombang-gelombang yang telah ditentukan,”katanya.

Namun demikian, ia mengapresiasi kepada daerah dan sekolah yang berinisiatif untuk mampu mengimplementasikan kurikulum tersebut secara mandiri, sebab inisiatif tersebut akan membantu tercapainya terget pemerintah lebih cepat.

“Kemandirian yang dimaksud bukan berarti pemerintah lepas tanggung jawab. Melainkan tetep dalam pantauan dan evaluasi Kemdikbud,”katanya.

“Intinya kami tergetkan kurikulum 2013 bisa serentak dilaksanakan seluruh sekolah nanti pada tahun ajaran 2015-2016. Kalau sekarang belum seratus persen dah masih kurang-kurang sedikit ya wajar lah,” demikian menteri berpendapat.(antaranews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.