Menjadikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Ilmu Pengetahuan

oleh -5 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

KONGRES Bahasa Indonesia (KBI) X ditutup secara resmi pada Kamis, (31/10/2013). Semangat untuk menjadikan bahasa Indonesia eksis di dunia internasioal perlu terus digelorakan. Penentu suksesnya bahasa Indonesia menjadi bahasa pergaulan dunia adalah dengan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud Mahsun mengatakan, perlu diberlakukan  penyerapan penyusuaian  lafal-lafal kata bahasa asing  agar sesuai dengan  lafal kata bahasa Indonesia khusus yang menyangkut ilmu pengetahuan.

“Meskipun dalam  redaksi yang berbeda dari kongres I sampai ke kongres X  ini, spirit untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan  selalu  mengedepan,” katanya pada penutupan acara, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (31/10/2013).

Mahsun mengatakan, hasil masukan peserta selama kegiatan kongres akan dirumuskan oleh tim perumus dan dikirimkan kembali ke wilayah-wilayah perwakilan. “Kalau dirunut ke belakang terrnyata ada benang merah yang  bertautan satu sama lain dari kongres yang  pertama  ke kongres saat ini,” katanya.

Salah satu rumusan kongres adalah kembali menekankan  peran dunia pendidikan dalam masalah kebahasaan. Amanah  ini, kata Mahsud, berada ditampuk Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud . “Perlu disadari  melalui dunia pendidikanlah  bahasa Indonesia akan dapat ditransaksikan  oleh tim perumus secara terencana, terarah, teratur, dan terukur,” tambahnya.

KBI X diselenggarakan mulai 28-31 Oktober 2013 diikuti dengan tema Penguatan Bahasa Indonesia di Dunia Internasional . Peserta sebanyak 1.168 orang terdiri atas pakar, praktisi, pemerhati, dosen, guru, mahasiswa, serta pencinta bahasa dan sastra, baik dari dalam maupun luar negeri.

Hadir pada kongres Ketua Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, Ketua Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei Darussalam, perwakilan Singapura, Timor Leste, Jepang, Rusia, Jerman, Belgia, Australia, dan Pakistan.(kemdikbud.go.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.