Menimba Ilmu Pendidikan di Provinsi Jabar

Friday 12 September 2014 , 3:37 AM
Ilustrasi

Ilustrasi

SEJUMLAH sekolah yang dikunjungi, dinilai mampu menerapkan metode belajar melibatkan siswa sebagai objek utama pengajaran.

Beberapa sekolah dan madrasah di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhir pekan lalu, mendapatkan kunjungan belajar dari para pemangku kepentingan pendidikan dan Kepala Daerah Aceh Jaya. Kegiatan ini merupakan bagian agenda USAID melalui program Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers (PRIORITAS).

Kunjungan ini menunjukkan praktik pengajaran di sejumlah sekolah di Provinsi Jabar telah berhasil, terutama dalam pelaksanaan PAKEM/CTL, metode pembelajaran yang melibatkan siswa sebagai objek utama pengajaran.

Dalam kesempatan selama dua hari itu, beberapa sekolah memperlihatkan keberhasilan pengajaran, contoh praktik yang baik penerapan budaya baca dan proses implementasi Kurikulum 2013.

Para peserta juga ditunjukan dengan pengelolaan sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Tidak kalah penting, ada semangat keterlibatan orang tua, masyarakat, dan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kerjasama dengan masyarakat, lembaga, dan badan di luar sekolah.

Peserta program yang berjumlah 44 orang terdiri dari pemangku kepentingan pendidikan daerah Kabupaten Aceh Jaya dan Kabupaten Bener Meriah. Mereka terdiri atas guru, kepala sekolah, komite sekolah, kepala, staf Disdikpora, dan Kepala maupun Staf Kemenag.
Hari pertama, mereka berkunjung ke MI Asih Putera Kota Cimahi Jalan Cihanjuang. Pengelola lembaga pendidikan swasta yang telah malang melintang didunia pendidikan Cimahi ini berbagi pengalaman, ilmu dan tips sukses dalam pembelajaran dan keberhasilan pendidikan.

Berikutnya, rombongan menuju SMPN 1 Cihampelas, KBB, Madrasah Tsanawiah Sukasari, Kota Cimahi, dan SDN 2 Rajamandala, KBB. Di sekolah-sekolah ini, semangat belajar mengajar sangat terasa. Para visitor seperti puas menyaksikan sinergitas berbagai pihak untuk kemajuan pendidikan.

Guru SDN 4 Calang Kabupaten Aceh Jaya, Fauzi mengaku, bersyukur telah belajar langsung dan datang ke wilayah Jawa Barat ini. Dia mengaku, bisa mendapatkan pelajaran berharga mengenai proses pembelajaran aktif.

“Cara belajar siswa, cara guru mengelola pembelajaran di kelas, cara guru membimbing siswa inklusi, pendekatan guru dengan muridnya yang penuh kasih sayang, semua menjadi pelajaran berharga bagi kami dalam kunjungan ini,” kata Fauzi, di sela-sela kunjungan.

Hal sama diakui Kepala Disdikpora Kabupaten Aceh Jaya, M Yusuf. Dia mengatakan, kunjungan ini akan menjadi pengalaman berharga untuk memajukan pendidikan lebih berkualitas di daerahnya. Dia mengaku terinspirasi dengan praktik pengajaran dan sinergitas berbagai unsur yang memiliki tujuan sama, yaitu keberhasilan pendidikan.

Yusuf menegaskan, akan menerapkan ilmu serta wawasan ini di sekolah-sekolah di kabupaten Aceh Jaya. Dia juga akan menjadikan penerapan budaya sekolah, pendidikan, dan iklim belajar sebagai acuan penting.

“Sekolah yang ikut kunjungan belajar ini akan kami jadikan sekolah pilot sebagai acuan bagi sekolah lainnya, oleh karena itu rencana tindak lanjut yang mereka susun akan kita dukung sepenuhnya,” jelasnya.

Komite Madrasah Ibtidaiah (MI) Sukadamai Kabupaten Bener Meriah, Yusnizar mengaku, mendapat pengalaman baru bagaimana meningkatkan partisipasi orang tua, masyarakat, dan pihak lain di madrasah. “Pelajaran ini menjadi bekal kami untuk meningkatkan kerjasama dengan masyarakat, lembaga, serta badan di luar sekolah,” ujarnya.(inilahkoran.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.