Mengukur Debit Keran Air di Sekolah

oleh -144 views
Mengukur Debit Keran Air di Sekolah (prioritaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
Mengukur Debit Keran Air di Sekolah (prioritaspendidikan.org)
Mengukur Debit Keran Air di Sekolah (prioritaspendidikan.org)

“ANAK-anak, pelajaran matematika kita kali ini membahas pengukuran volume per waktu dalam memecahkan masalah,” sapa Nani Muryati SPd, guru kelas VI SDN Sumampir, Cilegon, mengawali pembelajaran. Lalu ia bertanya kepada seluruh siswa, “Jika sebuah keran air mampu mengalirkan air sebanyak 100 liter dalam waktu 20 menit, berapakah banyaknya air yang dialirkan keran tersebut?” Siswa pun terdiam.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Nani meminta siswa secara berkelompok untuk melakukan eksplorasi dengan peralatan yang tersedia seperti ember/galon untuk menampung air, stopwatch, dan penggaris. Kemudian Nani membawa siswa keluar kelas menuju keran air sekolah yang tampak berjejer di dekat taman sekolah. Ia mulai memberikan instruksi kepada siswa. “Sekarang  secara berkelompok, kita akan mengamati dan mencatat volume air yang keluar dari keran. Pertama, silakan kalian meletakkan ember dan galon yang kalian miliki di bawah keran air!” perintahnya.

banner 728x90

Siswa pun mengikuti instruksi Nani. Selanjutnya, siswa mengamati perbedaan aliran air yang memenuhi ember dan galon hingga terisi penuh. Pada langkah pertama, siswa menghidupkan keran air dengan aliran kecil hingga tempat penampungan air seperti ember dan galon terisi penuh. Siswa pun mencatat waktu yang diperlukan agar ember dan galon terisi penuh dengan stopwatch. Pada langkah kedua, siswa melakukan hal yang sama untuk aliran besar. Hasil perhitungan dua perbedaan aliran air tersebut kemudian dicatat dan dibandingkan.

“Agar kalian bisa menemukan banyaknya air yang dialirkan keran dalam kasus yang sudah Ibu bagikan, kini hitunglah kecepatan air yang keluar dari keran dengan membagi volume ember atau galon, tempat kalian menampung air dengan waktu yang sudah kalian catat!” seru Nani di tengah kelompok siswa yang sedang berdiskusi.

Kemudian siswa pun menghitung volume dari ember atau galon yang mereka miliki dengan rumus matematika. “Sekarang simpulkan hasil perhitungan kalian sebelum menjawab contoh kasus yang sudah Ibu berikan sebelumnya!” lanjut Nani sekali lagi.

Di akhir pembelajaran, setiap kelompok menuliskan hasil diskusi ke dalam lembar kerja. Laporan siswa berupa ketepatan pengukuran dan kesimpulan berdasar fakta yang diperolehnya. Masing-masing kelompok memajang laporannya di dinding kelas (prioritaspendidikan.com)