Mengenal Musik Karawitan

Sunday 26 October 2014 , 3:32 AM
Alat musik karawitan.(kemdikbud.go.id)

Alat musik karawitan.(kemdikbud.go.id)

APA itu musik Karawitan? Istilah musik Karawitan sudah ada sejak tahun 1950. Pada saat itu para pakar mempertanyakan mengapa mengambil kata musik dari bahasa barat dan bukan diambil dari bahasa Indonesia. Oleh sebab itulah disepakati Karawitan menjadi nama untuk musik tradisional Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan periode tahun 1993 s.d. 1999 Edi Sedyawati, saat ditemui petugaskemdikbud.go.id di kantor RRI Jakarta, Rabu (22/10/2014).

“Musik Karawitan tidak hanya musik gamelan seperti yang kita kenal, tetapi juga musik-musik tradisional lainnya, seperti Sasando, dan sebagainya,” kata Edi.

Untuk mendekatkan dan mengenalkan karawitan kepada kaum muda, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta mengadakan Konser Karawitan Muda Indonesia ke-8. Konser ini akan diselenggarakan pada tanggal 28 s.d. 29 Oktober 2014 di Gedung Kesenian Jakarta.

Penyelenggaraan konser ini merupakan inisiasi dari Edi Sedyawati dan Arief Rachman yang ingin mendekatkan karawitan kepada para pemuda Indonesia. Edi mengharapkan kaum muda tidak kehilangan sentuhan dan kecintaan terhadap karawitan. “Sejak muda kita ingin (mereka) sudah dibiasakan mengapresiasi dan mempraktikan bermain musik karawitan, sehingga musik tersebut tidak terlupakan,” ucap Edi.

Edi mengatakan, karawitan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Melalui musik ini dapat dibangun kebersamaan di dalam lingkungan. Selain itu, generasi muda juga dapat saling mengenal satu sama lain dari berbagai suku bangsa. Karawitan dapat menjadi pintu masuk dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada kesempatan yang sama, Jabatin Bangun sebagai kurator dalam konser Karawitan Muda Indonesia ini mengemukakan, penyelenggaraan konser ini dapat mendekatkan dan mengajak para pemuda untuk  mendengarkan, mendekatkan, dan bermain karawitan. Hal tersebut sebagai upaya untuk mewariskan musik tradisional Indonesia yang kaya akan keragaman. “Karawitan pun juga memiliki banyak gaya dan sistem yang berbeda dengan musik-musik yang lain,” ujar Dosen Institut Kesenian Jakarta ini.

Pemuda yang akan bermain musik pada acara ini, kata Jabatin merupakan kebanggaan daerah masing-masing. Melalui karawitan, pemuda memiliki peluang untuk menjadi tokoh musik tingkat nasional. “Ketika mereka dewasa dan menekuni karawitan, maka mereka akan menjadi toko musik tradisonal secara nasional,” pungkasnya.(kemdikbud.go.id)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.