Menengok Sejarah Kebangkitan Nasional

oleh -6 views
Ilustasi (news.okezone.com)
Arrief Ramdhani
Ilustasi (news.okezone.com)
Ilustasi (news.okezone.com)

HARI Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei menjadi titik balik perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Sejak saat itu, para pemuda berkomitmen bersatu untuk melakukan perlawanan melalui pergerakan atau organisasi sehingga tidak mengandalkan kekuatan fisik lagi.

Cikal bakal Boedi Oetomo sebagai pelopor organisasi pemuda di Tanah Air diawali oleh gagasan Dokter Wahidin Soedirohusodo mengenai studiefonds atau dana pendidikan. Menurut dia, pendidikan bisa menjadi salah satu cara untuk melakukan perubahan dan meningkatkan kualitas hidup. Lulusan Sekolah Dokter Djawa itu pun berusaha agar jumlah anak pribumi yang mengikuti pendidikan terus bertambah.

banner 728x90

“Dokter Wahidin kemudian melakukan perjalanan keliling Pulau Jawa untuk mengenalkan dana pendidikan. Kemudian, saat hendak menuju Banten pada Desember 1907, beliau singgah ke STOVIA. Gagasan Dokter Wahidin tentang dana pendidikan kemudian menarik perhatian beberapa pelajar di sana, yakni Soetomo dan Soeradji,” ujar Kepala Seksi Penyajian dan Layanan Edukasi Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas), Sujiman kepada Okezone di Muskitnas, Jakarta, baru-baru ini.

Pada 20 Mei 1908 pelajar-pelajar STOVIA di bawah pimpinan Soetomo kemudian berkumpul di ruang anatomi. Mereka bermusyawarah merencanakan pendirian perkumpulan yang dilengkapi dengan susunan kepengurusannya. Momen inilah yang menjadi lahirnya Boedi Oetomo.

“Soetomo kemudian dipilih sebagai ketua. Nama Boedi Oetomo diambil dari budi pekerti. Artinya, perbuatan mulia yang dapat memberikan budi pekerti yang baik bagi Masyarakat Indonesia. Jadi di sinilah, tempat mereka membuat perkumpulan modern pertama,” terangnya.( news.okezone.com)