Mendikbud: Tak Boleh Ada Kesenjangan Pendidikan

oleh -9 views
Ilustrasi (sukabumizone.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (sukabumizone.com)
Ilustrasi (sukabumizone.com)

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy membuka kegiatan Lomba Motivasi Pelajar Mandiri (Lomojari) 2016. Lomba ini terdiri atas bidang keterampilan dan akademis SMP terbuka dan lomba keterampilan SD hingga SMP satu atap tingkat nasional. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa setiap anak berhak mendapat kesempatan pendidikan yang sama.

“Pendidikan tak boleh membedakan dan tak boleh menghambat kesempatan untuk yang lain. Meskipun kesenjangan tak dapat dihindari,” ujar Mendikbud, Muhadjir Effendy saat membuka acara Lomojari di Kemdikbud, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Muhadjir menjelaskan, terdapat tiga jenis kesenjangan dalam pendidikan. Pertama yakni kesenjangan struktural yang disebabkan karena kebijakan. Kemudian kesenjangan kultural karena budaya, misalnya ada orang yang masih menganggap pendidikan kurang penting.

“Ketiga kesenjangan spasial karena perbedaan desa dan kota. Yang tinggal di desa harus ada usaha lebih banyak untuk dapat mengakses pendidikan,” paparnya.

Adanya SMP terbuka dan SMP satu atap, imbuh dia, menjadi salah satu solusi mengatasi kesenjangan spasial. Pasalnya, langkah ini menjadi cara memperpendek jarak desa dan kota sehingga para siswa punya banyak pilihan untuk pendidikan formal.

Sementara Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemdikbud, Hamid Muhammad mengungkapkan, Kemdikbud saat ini sedang berupaya menambah jumlah SMP satu atap yang terintegrasi dengan SD. Hal ini bertujuan agar siswa tidak putus sekolah setelah lulus SD.

“SMP terbuka sudah ada sejak 1979. Tadinya ada 4.500 tetapi sekarang turun jadi 900. Kami justru menambah jumlah SMP satu atap yang saat ini sudah ada sekira 5.000 sekolah,” terangnya.

Hamid menambahkan, SMP satu atap ini akan difokuskan di daerah 3T untuk memperluas akses pendidikan di sana. Lulusan sekolah tersebut tetap mendapat ijazah formal layaknya selolah pada umumnya. (news.okezone.com)