Mendikbud: Sekolah Tak Bermasalah dengan Pemerintah Turki

oleh -3 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

KEDUTAAN Besar Turki di Indonesia belakangan ini mengeluarkan siaran pers mengenai sembilan sekolah yang dianggap berkaitan dengan organisasi ulama Fethullah Gulen. Hal tersebut membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy langsung menindaklanjuti dengan mengunjungi salah satu sekolah, yakni Kharisma Bangsa, di Tangerang Selatan, Banten.

Sekolah tersebut dianggap dipayungi oleh lembaga The Pacific Nations Social and Economic Development Association (PASIAD). Namun Mendikbud menilai, hal tersebut tidak cukup menjadi alasan untuk menutup sekolah.

“Dari hasil diskusi dengan pihak sekolah, sekolah tersebut tidak berkaitan dengan lembaga yang selama ini dianggap bermasalah denganPemerintah Turki. Sejak 2015, sekolah-sekolah ini juga sebetulnya sudah berdiri sendiri-sendiri,” ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Okezone, Sabtu (30/7/2016).

Muhadjir menuturkan, guru-guru di sekolah yang berasal dari Turki pun sudah tidak dalam naungan PASIAD, tetapi atas nama pribadi yang bekerja sama dengan yayasan sekolah, dan sudah sesuai dengan prosedur izin sebagai pekerja asing. Oleh sebab itu, pihaknya ingin melindungi hak dasar siswa untuk terus mengikuti proses belajar.

“Sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 untuk melindungi segenap bangsa Indonesia. Merujuk dalam amanat tersebut, hal-hal yang menyangkut dengan siswa akan kita lindungi, khususnya hak dasar siswa untuk terus mengikuti proses belajar mengajar di sekolah,” terangnya.

Meski pendidikan penjadi tanggung jawab Kemdikbud, namun masalah yang terjadi saat ini akan ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Kami tetap akan sinkronkan dan melakukan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, karena ini berkaitan dengan urusan antarnegara. Karena sekolah-sekolah tersebut tidak ada indikasi terkait dengan PASIAD, Kemdikbud menjamin tidak ada sekolah yang akan ditutup,” tegasnya. (news.okezone.com)