Mendikbud Resmikan Politeknik Negeri Madiun

oleh -8 views
kemdiknas.go.id
Arrief Ramdhani
kemdiknas.go.id
kemdiknas.go.id

POLITEKNIK Negeri Madiun (PNM) resmi menjadi Politeknik Negeri pertama di Kota Madiun, Jawa Timur. Peresmian PNM menjadi Politeknik Negeri dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Sabtu (11/5/2013).

Peresmian yang bertempat di halaman kampus PNM ini menghadirkan Wakil Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto, Direktur Politeknik Manufaktur Negeri Bandung Isa Setiasyah Toha, Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Ditjen Dikti Achmad Jazidie dan tamu undangan lainnya.

banner 728x90

Dalam kesempatan itu, Mendikbud mengatakan ada banyak alasan kenapa Politeknik Madiun dijadikan perguruan tinggi negeri. Salah satunya supaya menjadi pusat pendidikan unggulan di wilayah Jawa Timur bagian barat. Selain itu, hal ini menunjukkan bahwa pemerintah turut bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan pendidikan, tanpa bermaksud meremehkan kemampuan pihak swasta. Alasan yang lain, PNM didirikan untuk meredistribusi akses pendidikan supaya mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Tujuannya supaya memberikan akses pendidikan vokasi lebih mudah kepada anak-anak dari daerah sehingga mereka tidak harus keluar daerah untuk sekolah. Selain itu memunculkan kebanggaan sebagai warga Madiun supaya tidak lepas antara akar intelektual dengan akar emosionalnya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Mendikbud menegaskan pendidikan vokasi sejajar dengan pendidikan akademik. “Jangan sekali-kali meremehkan pendidikan vokasi. Bahkan dalam UU pendidikan tinggi (UU Dikti),  pendidikan vokasi harus disejajarkan dengan pendidikan akademik dari sisi kelembagaan dan dari sisi ketenagaan, dosen bisa menjadi guru besar,” Ujar Mendikbud.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Madiun Sugeng Rismayanto mengatakan Pemerintah Kota Madiun sangat bangga atas peresmian PNM ini. Pemkot Madiun akan mendukung pengembangan PNM  dengan menyediakan lahan seluas 10 hektar untuk pengembangan Politeknik Negeri Madiun (PNM). Selain itu, Pemkot Madiun juga telah menganggarkan dana bagi pembangunan PNM.

“Kami telah menyiapkan anggaran untuk membantu PNM selama dua tahun di awal penyelenggaraannya. Sebanyak Rp 6 miliar untuk pembangunannya dan Rp 1 miliar untuk lain-lain,” ujarnya. Menurut Rismayanto  pendirian PNM akan membawa dampak positif bagi masyarakat,, baik di bidang pendidikan maupun bidang ekonomi. Dia juga berharap politeknik ini akan menjadi pusat pendidikan unggulan untuk Jatim bagian barat.

Saat ini PNM memiliki sekitar 700 mahasiswa yang terbagi kedalam lima program studi. Adapun program studi yang ditawarkan di PNM yaitu Administrasi Bisnis, Komputerisasi Akuntansi, Mesin Otomotif, Teknik Komputer Kontrol, dan Teknik Listrik.(kemdiknas.go.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.