Mendikbud Rancang Sistem Pendidikan Untuk 10 tahun ke Depan

Friday 08 November 2019 , 7:13 AM

Ilustrasi

MENTERI  Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menegaskan, rancangan kerja yang sedang dia persiapkan untuk membangun sistem pendidikan hingga 10 tahun ke depan. Rancangan tersebut dirangkum dalam 5 gagasan besar yang selaras dengan arahan Presiden untuk menciptakan sumber daya manusia unggul.

Lima gagasan tersebut yakni, melanjutkan pendidikan berbasis karakter, deregulasi dan debirokratisasi, pemberdayaan teknologi, meningkatkan inovasi, dan penciptaan lapangan pekerjaan. Nadiem optimistis rancangan kerjanya bisa diimplementasikan setelah mendapat respons positif dari Komisi X DPR RI.

“Saya lebih optimis lagi setelah mendapatkan dukungan dari Komisi X DPR untuk bisa melaksanakan lompatan perbaikan dan inovasi di dunia pendidikan. Teknologi akan saya berdayakan untuk membantu pendidikan,” ucap Nadiem di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis 7 November 2019.

Menurut dia, teknologi akan menghadirkan efisiensi, efektifitas, tranparansi anggaran dan waktu. Teknologi juga akan digunakan sebagai pendamping perubahan pelatihan guru. Ia mengaku Presiden memberinya waktu 100 hari untuk menyisir regulasi yang bertentangan dengan rancangan kerja Mendikbud dan visi SDM Unggul.

Ia meyakini, 5 gagasan tersebut akan efektif untuk membangun sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan era industri 4.0. Pasalnya, teknologi dilibatkan untuk menciptakan pemerataan kualitas pendidikan. Bukan sebagai sarana pengganti proses pembelajaran yang selama ini diampu oleh guru.

“Pendidikan karakter harus menjadi suatu hal yang lebih tangible untuk generasi milenial. Jadi cara guru menyampaikan pendidikan karakter enggak bisa dengan tolong baca buku ini, kurikulumnya ini, enggak cukup. Ini adalah tugas saya untuk bisa mengubahnya, tetapi itu bukan sesuatu yang bisa diubah dalam waktu cepat,” katanya.

Ia menegaskan, 5 rancangan besar tersebut menjadi program kerja berkelanjutan pada semua jenjang pendidikan. Mulai dari pendidikan anak usia dini, dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Dengan demikian, sistem pendidikan yang dibangun pemerintah diharapkan dapat melahirkan individu yang kompetensinya berdaya saing global dan relevan dengan lapangan pekerjaan.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.