Mendikbud: Potong Mata Rantai Kemiskinan Melalui SMK

oleh -1 views
Ilustrasi (solopos.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (solopos.com)
Ilustrasi (solopos.com)

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengajak masyarakat kurang mampu namun memiliki kepandaian sekolah di SMK untuk memotong mata rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan.

“Banyak siswa pandai tapi tidak mampu ingin sekolah lebih tinggi. Sekolah menengah kejuruan adalah solusinya,” kata Nuh saat meresmikan SMKN Semarang, Senin.

Hadir dalam acara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta sejumlah kepala sekolah se-Jateng.

Menurut Nuh, sekolah menengah kejuruan (SMK) saat ini sudah makin populer dan makin diminati oleh siswa yang ingin segera memiliki keterampilan.

SMK, kata Nuh, juga bisa menjadi pilihan pendidikan untuk mengangkat harkat dan martabat siswa yang ingin segera bekerja atau membuka peluang usaha.

“Ini adalah terobosan SMK didirikan di ibukota, biasanya SMK didirikan di kabupaten,” katanya.

Dalam pesannya menteri Nuh mengatakan siswa yang sekolah di SMK jangan hanya lulus dan ciptakan lapangan kerja saja, tapi diharapkan bisa melanjutkan ke politeknik lewat beasiswa pendidikan mahasiswa berprestasi (Bidikmisi).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata Nuh, siap menampung lulusan SMK untuk kuliah di Politeknik.

“Kami siap nampung mereka dengan skema Bidikmisi kalau sudah lulus,” kata menteri.
Gubernur Ginanjar mengatakan lulusan SMKN semarang diharapkan bisa dan siap terjun ke masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang kian cepat.

“Tentunya mereka juga bisa bersaing dalam kompetisi global yang kian ketat,” kata gubernur.(republika.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.