Mendikbud: Nilai Rata-Rata UN Siswa Menurun

oleh -3 views
Mendikbud Mohammad Nuh
Arrief Ramdhani
Mendikbud Mohammad Nuh
Mendikbud Mohammad Nuh

TIDAK hanya tingkat kelulusan, rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA tahun ini juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu rerata nilai UN 7,7 maka tahun ini hanya mencapai 6,35.
“Untuk rata-rata nilai UN tertinggi tahun ini 9,87 dan yang terendah 0,33,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dalam konferensi pers terkait hasil UN 2013, di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2013).

Menurut M Nuh, ada hal menarik dalam hasil evaluasi UN 2013. Salah satunya, di sejumlah sekolah, rata-rata nilai UN lebih tinggi dibandingkan dengan rerata nilai Ujian Sekolah.

“Artinya, standar sekolah lebih tinggi dari UN. Contoh, SMAN 68 Jakarta. Rata-rata UN 8,23 sementara nilai Ujian Sekolah 8,09. Demikian pula di SMA Kristen BPK Penabur Jakarta, rerata nilai UN 8,35 sedangkan Ujian Sekolahnya 8,06,” ungkapnya.

Menurut M Nuh, pemetaan tersebut merupakan salah satu manfaat atas terselenggaranya UN. Oleh karena itu, lanjutnya, UN harus tetap dilaksanakan sehingga kualitas pendidikan Indonesia akan selalu terukur.

“Walaupun dari segi kelulusan hampir 100 persen setiap tahun, harus selalu diukur biar tahu. Murid itu ganti jadi pengukuran harus terus diganti. Sama seperti naik sepeda motor, harus ada speedometer. Begitulah UN. Jadi kita bisa tahu ada kenaikan atau penurunan di tiap sekolah,” urai M Nuh.

Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, lanjutnya, pemerintah dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh masing-masing sekolah untuk mengatasi permasalahan berbeda yang mereka alami.

“Sekolah yang tidak lulus akan kami berikan intervensi. Akan kami diagnosa apa penyakitnya dan kemudian diberi resep untuk mengobati penyakit tersebut,” imbuh mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu.

Pendapat senada turut disampaikan anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djemari Mardapi. “UN tidak hanya untuk pemetaan tapi juga untuk perbaikan. Apa yang terjadi di sekolah bisa kita perbaiki,” kata Djemari.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.