Mendikbud: Jam Belajar di Indonesia Masih Kurang

oleh -8 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

BEBAN kurikulum 2013 mengharuskan sekolah menambah jam belajar bagi anak didiknya. Sayangnya, rencana ini menuai protes para siswa.
Namun menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, penambahan jam pelajaran merupakan strategi peningkatan kinerja pendidikan dan efektivitas pembelajaran. Sebenarnya, jam belajar di Indonesia justru masih kurang jika dibandingkan dengan negara lain.

“Angka jam pelajaran Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara maju, seperti Jepang, Australia, Italia dan Belanda,” ujar M. Nuh di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (14/8/2014).

Penambahan jam belajar, kata Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu, juga memperhitungkan keadaan sosial dan keluarga para siswa. Menurutnya, orangtua tidak lagi ada di rumah seperti dulu karena sama-sama bekerja. Bahkan keadaan sosial pun tidak kondusif dan cenderung kurang baik. Oleh sebab itu, Nuh menilai, penambahan jam ini harus diterima secara positif.

“Jika anak-anak di sekolah lebih lama justru akan lebih baik. Mungkin jam les dan ekskul bisa dikaji lagi. Selain itu, manajemen waktu yang lebih baik dari rumah dan sekolah juga diperlukan,” ungkap mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) itu.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.