Mendikbud Baru Harus Konsisten Jalankan RPJP

oleh -4 views
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya untuk pegawai negeri sipil di lingkungan Kemendikbud yang telah berbakti selama 10, 20 atau 30 tahun pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di pelataran Kemendikbud, Senin (2/5/2014).(edukasi.kompas.com)
Arrief Ramdhani
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya untuk pegawai negeri sipil di lingkungan Kemendikbud yang telah berbakti selama 10, 20 atau 30 tahun pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di pelataran Kemendikbud, Senin (2/5/2014).(edukasi.kompas.com)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya untuk pegawai negeri sipil di lingkungan Kemendikbud yang telah berbakti selama 10, 20 atau 30 tahun pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di pelataran Kemendikbud, Senin (2/5/2014).(edukasi.kompas.com)

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru nanti harus konsisten dalam melaksanakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yang telah digariskan oleh negara. Karena melalui RPJP negara telah menetapkan rencana pembangunan jangka panjang dengan target-target pencapaian tertentu.

“Tidak perlu lagi membuat visi missi, tinggal mengerjakannya saja karena dalam RPJP itu sudah termuat mulai dari perencaan dan pencapaian dan RPJP itu sudah ditetapkan sampai 2019,” demikian Rektor Unpad Ganjar Kurnia saat dimintai komentarnya tentang calon Mendikbud yang kini sedang digadang-gadang Tim Pemerintahan Transisi Jokowi-JK, usai Halal Bihalal di Aula Sanusi Hardjadinata, Jalan Dipati Ukur 35 Bandung, Selasa (5/8/2014).

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Rektor mengatakan, pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk menentukan kriteria calon menteri karena hal itu merupakan hak prerogatif presiden terpilih. “Ah, kita mah yang penting kerja sajalah. Soal bagaimana kriteria menteri, kita serahkan saja kepada presiden dan wapresnya,” demikian Ganjar.

Namun demikian, Ganjar menggarisbawahi, ada beberapa persoalan pendidikan yang menjadi “pekerjaan rumah” Mendikbud baru, yakni masih terjadinya potret pendidikan Indonesia yang ambigu. Ambigu yang dimaksud antara antara lain dalam menetapkan program dan lulusan. Selama ini, lulusan program S1 (sarjana) selalu ditafsirkan dualisme, antara mencari kerja dengan mengembangkan ilmu. Padahal untuk pencari kerja, ditetapkan pada lulusan D3 karena dulu pernah ada program “link and match”. “Tapi yang berlaku di masyarakat kan tetap saja, lulus sarjana itu untuk bekerja,” ujarnya.

Mendikbud ke depan, harus mengevaluasi potret ambigu tersebut dengan menetapkan bahwa lulusan D3-S1 untuk mencari kerja dan lulusan S2-S3 untuk pengembangan ilmu. “Agar tidak terjadi lagi ambiguitas seperti saat ini. Walaupun sejak zaman Plato, tujuan pendidikan adalah tempat untuk mengembangkan ilmu berpikir,” imbuhnya.

Hal lain yang harus dilakukan Mendikbud baru nanti adalah menetapkan angka partisipasi aktif (APA) pendidikan tinggi dengan target-target pencapaiannya. Misalnya, tetapkan saja APA Pendidikan Tinggi 70 persen, dengan demikian ada penjabaran dari RPJP yang telah ada.

Ikhwal Kurikulum 2013, Ganjar menilai sudah bagus. Terutama Kurikulum 2013 untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. Menurutnya, untuk kurikulum tingkat pendidikan dasar harus ditanamkan sikap berani sejak dini. Sedangkan untuk Kurikulum 2013 tingkat pendidikan tinggi lebih diserahkan kepada perguruan masing-masing untuk berkreasi sesaui kompetensinya masing-masing.

Silaturahmi Halal bi Halal ini diisi dengan pentas oratorium bernuansa religius yang diambil dari sajak “Sapeuting Jeput” karya Ganjar Kurnia. Dalam pentas berdurasi pendek ini, penulis menyampaikan tentang implementasi ibadah puasa dalam kehidupan sehari-hari. Semacam “taubat nasuha” seorang hamba di hadapan penciptanya.

Pasalnya, kata Ganjar, manusia itu kadang-kadang justru atheis. Ingat Tuhan dan agama ketika sholat dan puasa saja, sedangkan dalam praktik kehidupan sehari-hari agama itu ditanggalkan.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.